Demam Berdarah, Djarot: Ahok Dirawat di Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) besama Wakil Gubenur DKI Jakarta Saiful Hidayat (kiri) usai mendatangi kantor Kementrian Dalam Negeri di Jakarta, 4 Maret 2015. Kedatanganya untuk membahas dan mendegarkan  paparan tentang dokumen APBD DKI yang telah dikirim ke Kemendagri. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) besama Wakil Gubenur DKI Jakarta Saiful Hidayat (kiri) usai mendatangi kantor Kementrian Dalam Negeri di Jakarta, 4 Maret 2015. Kedatanganya untuk membahas dan mendegarkan paparan tentang dokumen APBD DKI yang telah dikirim ke Kemendagri. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak dirawat di rumah sakit. Ia berujar, Ahok dirawat di rumahnya di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara.

    "Beliau beristirahat di rumah," kata Djarot di Balai Kota, Selasa, 10 Maret 2015.

    Djarot menjelaskan informasi tersebut didapatnya setelah menghubungi Ahok pagi ini. Djarot berujar, Ahok menderita demam berdarah. Tak hanya Ahok, anak bungsunya, Daud Albeenner, 9 tahun, juga menderita penyakit yang sama.

    Akibat penyakit itu, Ahok masih belum masuk kantor pada hari ini, Selasa, 10 Maret 2015. Ini merupakan hari kedua Ahok absen. Alhasil, semua agenda Ahok hingga beberapa hari mendatang diambil alih oleh Djarot.

    Djarot mengatakan pengasapan di kompleks Balai Kota akan kembali dilakukan. Menurut dia, pengasapan bertujuan membunuh nyamuk Aedes aegypti yang membawa wabah demam berdarah. "Hari ini diasapkan lagi supaya antisipasinya menyeluruh," kata Djarot.

    Lantas, dari manakah Ahok terkena wabah nyamuk Aedes aegypti? "Di rumah, pos ajudan, dan satpam jorok, nih. Sampai dispenser saja ketemu jentik," Ahok berujar.

    Ahok bergegas meminta rumahnya yang berada di Perumahan Pantai Mutiara, Jakarta Utara, itu untuk di-fogging pada Senin, 9 Maret 2015.

    LINDA HAIRANI | NIEKE INDRIETTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.