Wisma Kosgoro Kebakaran, Asosiasi Ini Harus Mengungsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil sky lift melakukan penyemprotan lantai atas bagunan wisma Kosgoro yang masih  terbakar dan mengeluarkan Asap tebal masih  sejak kemarin malam di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, 10 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Mobil sky lift melakukan penyemprotan lantai atas bagunan wisma Kosgoro yang masih terbakar dan mengeluarkan Asap tebal masih sejak kemarin malam di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, 10 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta -Kebakaran yang terjadi di Wisma Kosgoro, Jakarta, kemarin petang, menyebabkan seluruh penghuni satu gedung harus diungsikan untuk sementara. Salah satunya adalah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI).

    “Meskipun sekretariat kami tak kebakaran, kami juga harus mengungsi,” ujar Direktur Eksekutif GINSI Bambang S.N. ketika dihubungi Tempo, Selasa, 10 Maret 2015. Dalam bencana kebakaran kemarin, si jago merah melahap habis lantai 16-20, sedangkan kantor GINSI terletak di lantai 8.

    Bambang mengatakan menghormati keputusan pihak berwenang menghentikan aktivitas satu gedung demi keamanan. Karena itu, GINSI memindahkan sektretariatnya untuk sementara waktu, hingga waktu yang belum ditentukan.

    “Sekretariat harus tetap jalan, untuk memfasilitasi aktifitas impor,” kata Bambang. Untuk sementara waktu, kantor GINSI berlokasi di Jalan Enggano Nomor 94, Tanjung Priok. Bambang mengatakan sedang memikirkan lokasi baru yang lebih terjangkau dan strategis.

    Wisma Kosgoro terbakar kemarin sejak pukul 18.30 WIB. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran telah diturunkan untuk memadamkan api di gedung yang berada di Jalan M.H. Thamrin itu. Tingginya lokasi dan minimnya peralatan membuat api baru bisa dijinakkan 18 jam kemudian. Saat ini belum ada laporan korban jiwa karena kebakaran terjadi saat jam kerja usai.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.