Bantah Rasis, Prabowo Akui Sebut Ahok 'Gubernur Goblok'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Abraham 'Lulung' Lunggana meluapkan emosinya usai kisruh saat rapat Mediasi dan Klarifikasi Mengenai Evaluasi RAPERDA/APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015 di Kantor Kemendagri, Jakarta, 5 Maret 2015. Rapat yang digelar terkait kisruh antara Ahok dengan DPRD DKI Jakarta dalam RAPBD DKI Jakarta 2015 berakhir ricuh dan belum ada penyelesaian. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    Wakil Ketua DPRD DKI Abraham 'Lulung' Lunggana meluapkan emosinya usai kisruh saat rapat Mediasi dan Klarifikasi Mengenai Evaluasi RAPERDA/APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015 di Kantor Kemendagri, Jakarta, 5 Maret 2015. Rapat yang digelar terkait kisruh antara Ahok dengan DPRD DKI Jakarta dalam RAPBD DKI Jakarta 2015 berakhir ricuh dan belum ada penyelesaian. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPRD Jakarta dari Partai Gerindra, Prabowo Soenirman, mengaku mengucapkan "gubernur goblok" dalam rapat mediasi antara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan anggota DPRD DKI di Kementerian Dalam Negeri pada 5 Maret 2015.  "Ya, saya memang bilang 'gubernur goblok'. Saya bicara begitu juga belajar dari Gubernur," kata Prabowo saat dihubungi Tempo, Selasa, 10 Maret 2015.

    Namun Prabowo membantah mengucapkan kalimat kasar dan bernada rasis yang ditujukan kepada Ahok, panggilan akrab Basuki, pada akhir rapat mediasi. "Saya tidak mengucapkan kata-kata rasis, seperti 'Cina', 'anjing', dan 'bangsat'."

    Legislator yang pernah menjadi Direktur Utama PD Pasar Jaya dan PD Dharma Jaya ini bersedia memenuhi panggilan kepolisian. "Saya siap diperiksa, karena yang saya ucapkan hanya 'goblok'. Selebihnya tidak," kata Prabowo, yang pada 2007 meminta pensiun dini sebagai pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena berseteru dengan Gubernur Fauzi Bowo.

    Prabowo dilaporkan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pendidikan Ayat Hidayat ke polisi  atas dugaan melontarkan pernyataan permusuhan, kebencian terhadap suatu golongan, atau menyinggung suku, agama, ras, dan antar-golongan. "Dilaporkan kemarin siang, Senin, 9 Maret 2015," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul di kantornya, Selasa, 10 Maret 2015.

    Martinus menjelaskan, berdasarkan keterangan Ayat selaku pelapor, pada 5 Maret 2015, diadakan rapat fasilitasi mediasi antara Gubernur DKI dan anggota DPRD DKI di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. Rapat yang dipimpin oleh Sekjen Kemendagri Yuswandi A. Temenggung ini beragenda kanpembahasan evaluasi APBD 2015 DKI Jakarta.

    Kemudian, pada akhir rapat, terdengar teriakan "gubernur goblok", "Cina anjing", "bangsat", dan "orang gila, tuh, sinting" yang menyebabkan keributan di ruang rapat tersebut. Teriakan itu diduga diucapkan oleh Prabowo.

    Atas laporan itu, Prabowo terancam Pasal 156 KUHP dan Pasal 207 KUHP serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang pernyataan permusuhan dan kebencian terhadap suatu golongan atau menyinggung suku, agama, ras dan antar-golongan.

    AFRILIA SURYANIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.