Stres Ditinggal Istri, Tukang Ikan Gantung Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Bogor - AR, 40 tahun, pedagang ikan di Pasar Ciluar, Kabupaten Bogor, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, di Kampung Pabuaran, RT 09 RW 02, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa malam, 10 Maret 2015.

    Aksi nekat ayah dua anak ini diduga stres setelah ditinggalkan istrinya yang meninggal sekitar tujuh bulan lalu. "Korban ditemukan tewas tergantung di plafon dapur rumahnya," kata Kepala Polisi Sektor Sukaraja Komisaris Hida T.J., Rabu, 11 Maret 2015.

    Hida mengatakan, korban diketahui pertama kali oleh Novi, 16 tahun, anak pertama korban yang akan masuk ke rumahnya, tetapi tidak bisa karena pintu terkunci. "Setelah lama mengetuk pintu, tetapi tidak dibuka oleh korban. Anak korban berusaha masuk dari pintu belakang, dan melihat dari lobang ada bayangan yang menggantung di dapur," kata dia.

    Lantaran curiga, akhirnya Novi meminta bantuan kepada Ahmad dan Ismail, tetangga korban, yang kemudian menjebol pintu rumah dan mendapati Rozak sudah tidak bernyawa dengan leher tergantung tambang di plafon dapur. "Saat ditemukan korban menggunakan jaket jins biru muda dan jins hitam tergantung dengan tangan mengepal serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata dia.

    Anak korban yang mengetahui orang tuanya tewas gantung diri itu langsung histeris. Apalagi, ia baru kehilangan ibu kandungnya tujuh bulan lalu.

    "Kami yang mendapat laporan langsung ke lokasi kejadian dan menurunkan mayat korban dengan dibantu oleh warga memotong tali tambang yang mengikat lehernya," kata Hida.

    Hida mengatakan, berdasarkan keterangan dari salah seorang keluarganya, Yayat, bahwa korban kerap melamun dan mengalami depresi setelah ditinggal oleh istrinya. "Korban sempat mengeluh pada keluarganya karena setelah istrinya meninggal kondisi keuangan keluarganya selalu kurang,” kata Hida. Menurut dia, Yayat sempat melihat Rozak membawa tambang tapi tidak menyadari mau digunakan untuk bunuh diri.

    Hida mengatakan, keluarga korban tidak menghendaki jika jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. "Setelah menandatangani surat keberatan untuk otopsi, korban langsung dikuburkan di TPU yang tidak jauh dari rumahnya, Rabu siang ini.”

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.