Maling Spesialis Toko Bangunan Nyaris Tewas Dikeroyok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian. (riaufakta)

    Ilustrasi pencurian. (riaufakta)

    TEMPO.COBogor - Wawan alias Ajah, 32 tahun, satu dari tiga kawanan, maling spesialis toko bahan bangunan, nyaris tewas dikeroyok massa setelah mencuri di toko Bangunan PB Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu 11 Maret 2015. Mereka tertangkap basah oleh warga yang sedang ronda.

    Ajah mengaku beraksi bersama dua rekannya, Alex dan Donal, menggunakan mobil Avanza hitam sewaan. "Dua teman saya berhasil kabur menggunakan mobil pada saat belasan warga memergoki saya sedang membuka rolling door toko," kata pria asal Kopo, Bandung ini.

    Ajah menuturkan kelompoknya menjadikan toko bangunan sebagai sasaran utama aksi pencurian dan mereka sudah beraksi di beberapa daerah, seperti Bandung, Cianjur, Sukabumi dan Bogor.

    "Kami biasanya hanya ambil mesin pompa air, kabel-kabel, AC, dan pemanas air untuk mandi, karena lebih mudah untuk dijual dan harganya lumayan mahal," kata dia.

    Menurut Ajah, setiap beraksi dia bertugas untuk menggunting kunci gembok dan sebagai eksekutor untuk menggasak semua barang-barang dari toko, kemudian membawanya ke mobil.

    "Saya bertugas untuk merusak kunci dan mengambil barang-barang, tapi yang menentukan lokasi dan menjual hasil curian teman saya, Donal," kata dia.

    Pendapatan dari pencurian ini lumayan. "Paling saya hanya mendapat Rp 1-2 juta dari hasil penjualan barang curaian. Semuanya yang ngatur Donal," kata Ajah.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Polisi Sektor Bogor Selatan Ajun Komisaris Puji Astono mengatakan tersangka adalah anggota kawanan spesialis pencurian toko bahan bangunan yang kerap beroperasi di sejumlah daerah di Jawa Barat.

    "Sebelum tertangkap, pelaku bersama dua orang temamnya telah mencuri di toko bangunan di Sukabumi dan Cianjur," kata Puji.

    Menurut Puji, tersangka adalah residivis yang sempat mendekam di penjara di Bandung karena terlibat kasus pencurian toko bangunan di Bandung. "Tersangka sempat dipenjara 3 tahun dan baru keluar 2013 lalu," kata dia.

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.