Setelah Wisma Kosgoro Terbakar, Tak Semua Pegawai Boleh Masuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Berkas berkas berhamburan keluar dari lantai atas bagunan wisma Kosgoro yang masih  terbakar dan mengeluarkan Asap tebal masih  sejak kemarin malam di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, 10 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Berkas berkas berhamburan keluar dari lantai atas bagunan wisma Kosgoro yang masih terbakar dan mengeluarkan Asap tebal masih sejak kemarin malam di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, 10 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Pengelola Wisma Kosgoro membatasi karyawan, yang perusahaannya menyewa di gedung ini, memasuki ruang kerja yang tidak terbakar. "Yang diizinkan hanya satu atau dua karyawan untuk mengambil barang," kata Asnuri, karyawan jasa keuangan yang perusahaannya menyewa di lantai 12, kepada Tempo, Rabu, 11 Maret 2015.

    Dia diizinkan naik bersama seorang rekannya. Dengan ditemani petugas keamanan, mereka naik ke lantai 12 lewat tangga darurat. Untuk sementara, perusahaannya pindah ke perkantoran di Kota Kasablanka di Jalan Kasablanka, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. 

    Asnuri belum mendapat informasi dari pengelola terkait dengan waktu kembalai beroperasinya perkantoran di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, itu. Selain Asnuri, puluhan karyawan lain juga mendatangi Wisma Kosgoro. Antara lain Inggrid, yang berniat mengambil laptop dan perangkat kerja di lantai 7. Petugas keamanan mengizinkannya ke ruang kerja bersama dua rekannya. 

    Perusahaan tempatnya bekerja belum memberikan keputusan apa pun mengenai nasib pekerjaannya. "Kami masih mengunggu informasi pengelola kapan bisa digunakan lagi. Belum ada info dari bos mau ke mana," kata Inggrid.

    Wisma Kosgoro terbakar pada Senin, 9 Maret 2015, pukul 18.30. Api baru benar-benar padam keesokan harinya pukul 12.00.  Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Pemadam Kebakaran Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat Mochtar Zakaria menjelaskan lamanya pemadaman karena banyak sekat di gedung tua ini. Petugas, kata dia, kesulitan menjangkau titik api.

    Untuk memadamkan kebakaran di gedung tinggi itu, semua mobil pemadam kebakaran dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran di Jakarta diturunkan. Termasuk Bronto Skylift, kendaraan yang mampu menjangkau lantai 20, milik Dinas Pemadam Kebakaran DKI. 

    Kebakaran itu berawal dari lantai 16. Api terus berkobar karena Bronto Skylift baru datang dua jam kemudian. Si jago merah menghanguskan lantai di atasnya, termasuk lantai 17 di mana terdapat ruang kerja Ketua Umum Kosgoro Hayono Isman. 

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.