Baru 3 Hari, Follower Lulung @Halus24 Tembus 15 Ribu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akun Twitter @halus24, milik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau Lulung. Twitter.com

    Akun Twitter @halus24, milik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau Lulung. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Figur Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Lulung memiliki magnet tersendiri bagi para netizen. Hanya tiga hari setelah membuat akun pribadinya @Halus24, ada lebih dari 15 ribu netizen yang sudah mengikuti akun pribadi politikus Partai Persatuan Pembangunan ini.

    Menurut pantauan Tempo, pengikut akun pribadi Lulung itu selalu mendapat pengikut yang signifikan setiap hari. Pada Rabu sore, 11 Maret 2015, jumlah follower-nya mencapai 9.893.
    Berbagai cuit deras datang kepada Lulung, mulai dari yang bernada satire hingga komentar positif. "Saya doakan buat Pak Haji Lulung dan Ahok bisa berdamai dan menyelesaikan masalahnya melalui proses hukum untuk Jakarta yang damai," cuit akun @w_kumoro.

    Ihwal akun @Halus24, Lulung mengatakan angka 24 tersebut memiliki beberapa arti. Menurut Lulung, angka tersebut simbol untuk semua. Sedangkan 24 merupakan tanggal kelahirannya yaitu 24 Juli 1959.

    Rabu pekan lalu, Lulung mengaku telah meminta stafnya berhenti menginformasikan kabar terbaru yang muncul di Twitter. Apalagi tagar #SaveHajiLulung belum lama ini menjadi topik dunia. Lulung memilih tak mengetahui cuitan netizen agar bisa berkonsentrasi bekerja sebagai anggota Dewan.

    Nama Lulung melambung di dunia maya lantaran #SaveHajiLulung. Berawal dari konflik penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI 2015 antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan DPRD, kisruh itu pun menjadi cuitan netizen di Twitter.

    Selain itu, Lulung mengatakan perkembangan yang terjadi di Twitter turut berpengaruh pada keluarganya. "Istri saya menangis dan meminta agar saya berhenti berkukuh soal APBD, tapi saya bilang, ini soal penegakan hukum," katanya saat itu.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.