Ingin Menyamai Surabaya, Bekasi Buat Program Seribu Taman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Bungkul, Surabaya, yang mendapat penghargaan sebagai Taman Terbaik se Asia dari PBB. (5/12). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan tersebut di Fukuoka, Jepang, pada 26 November 2013. TEMPO/Fully Syafi

    Taman Bungkul, Surabaya, yang mendapat penghargaan sebagai Taman Terbaik se Asia dari PBB. (5/12). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan tersebut di Fukuoka, Jepang, pada 26 November 2013. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COBekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui Kota Surabaya kini jauh lebih bagus dibanding Kota Bekasi. Untuk menyamainya, Pemerintah Kota Bekasi bertekad membuat banyak taman di wilayahnya dengan program Seribu Taman.

    "Pembangunan taman dimulai tahun ini," ujar Rahmat, Ahad, 15 Maret 2015. Dia mengatakan idenya itu muncul setelah berkunjung ke Kota Surabaya. Di kota yang dipimpin Tri Rismaharini itu, Rahmat mengaku melihat langsung penataan tamannya sangat bagus, sehingga membuat warganya betah.

    Dia menuturkan pembuatan taman akan disebar di 12 kecamatan. Titiknya, jalan protokol, jalan arteri, perkantoran, perumahan, dan wilayah permukiman. Dia menargetkan pengerjaan taman akan selesai pada 2018. "Kami optimistis bisa. Saya minta semua aparatur berkomitmen," kata Rahmat.

    Rahmat menjelaskan, taman-taman yang nantinya hadir di Kota Bekasi akan memiliki fasilitas yang sama dengan taman-taman di Kota Surabaya. Taman itu akan dilengkapi fasilitas jogging track dan Wi-Fi. Dengan begitu, warga akan merasa nyaman berada di taman.

    Sebelumnya, Rahmat mengaku dengan Tri Rismaharini yang dianggapnya berhasil menata wilayahnya. "Perempuan saja bisa, masak, yang laki-laki tidak bisa," ujar Rahmat.

    Dia membandingkan Kota Bekasi dengan Kota Surabaya yang jauh berbeda. Dia mencontohkan, di Kota Surabaya, penataan kota teratur. Sarana dan prasarana umum sangat layak, sehingga membuat warga di wilayah itu betah. "Pedestriannya bagus. Tamannya bagus, lengkap dengan fasilitasnya," ucapnya.

    Menurut Rahmat, keberhasilan Wali Kota Surabaya tak lepas dari warganya yang homogen atau mayoritas dari suku Jawa. Berbeda dengan Kota Bekasi yang warganya heterogen atau gabungan dari berbagai suku di Indonesia. "Ini butuh komitmen yang kuat," tuturnya.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.