Cerita Ibu Ngidam yang Senang Berfoto Selfie Bareng Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyapa masyarakat saat Car Free Day di Kota Bogor, 15 Maret 2015. Setelah berkantor di Istana Bogor Jokowi menyempatkan diri untuk  bersepeda dikawasan istana. Foto: Lazyra Amadea Hidayat

    Presiden Joko Widodo menyapa masyarakat saat Car Free Day di Kota Bogor, 15 Maret 2015. Setelah berkantor di Istana Bogor Jokowi menyempatkan diri untuk bersepeda dikawasan istana. Foto: Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo mengayuh sepeda menelusuri jalan-jalan di Kota Bogor pada Car-Free Day atau hari tanpa kendaraan bermotor, Ahad, 15 Maret 2015. Sambil berolahraga, Jokowi menyapa sejumlah warga yang juga tengah meregangkan persendian.

    Kegiatan Car-Free Day di sekitar Lapangan Sempur, Jalan Jalak Harupat, Bogor Tengah, Kota Bogor, memang dihelat setiap Ahad. Mengenakan kaus hitam, Jokowi keluar dari pintu III Kebun Raya Bogor dengan pengawalan sepuluh anggota Pasukan Pengamanan Presiden, yang juga mengayuh sepeda berwarna kuning.

    Ahad ini merupakan pekan ketiga bagi Presiden RI ketujuh ini bersepeda di tengah-tengah kerumunan ribuan warga Kota Bogor. Jokowi memutuskan berkantor dan menjalankan roda pemerintahan di Istana Bogor sejak pertengahan Februari 2015.

    Tanpa ragu dan komando, warga Bogor langsung menyerbu dan mengerumuni rombongan Presiden Jokowi yang tengah bersepeda. Dalam beberapa kesempatan, Jokowi sempat menghentikan kayuhannya untuk melayani foto bersama dengan warganya.

    Bahkan seorang ibu yang tengah hamil enam bulan, Diyah, 29 tahun, digandeng oleh suaminya, Syarif, meminta berfoto selfie bareng Jokowi. Tanpa berpikir panjang, Jokowi mengabulkan permintaan itu. "Alhamdulillah, rezeki bayi dalam kandungan saya, Bapak Presiden pun berkenan berfoto bareng," ucap Diyah.

    Diyah mengaku mengidam foto bareng Jokowi sejak dua pekan lalu, ketika Jokowi bersepeda setelah melepas ratusan burung. "Tapi, kalau Minggu lalu, saya tidak mendapat kesempatan untuk mendekat, bahkan berfoto," ujarnya.

    Raut wajah senang terpancar dari ibu muda yang mengenakan jilbab tersebut. "Senang banget, meski hanya sekali mendapat kesempatan satu kali berfoto karena harus bergantian dengan warga lain," tuturnya.

    Beda halnya dengan Dewi, 25 tahun. Warga Ciluar, Bogor Utara, itu tidak bisa mendekat karena terlalu banyak warga yang berkerumun. "Saya tidak bisa berfoto. Tapi mudah-mudahan pekan depan saya ada kesempatan saat Bapak Presiden bersepeda lagi," katanya.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.