Warga Dilarang Beli Motor Bodong Hasil Begal, Kenapa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti sepeda motor yang disita dari tiga tersangka pelaku begal motor di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Barang bukti sepeda motor yang disita dari tiga tersangka pelaku begal motor di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.COJakarta - Warga Kabupaten Lebak, Banten, diimbau tidak membeli sepeda motor bodong atau kendaraan bermotor tanpa dilengkapi surat. Kendaraan ini kebanyakan barang curian dan hasil begal. "Kami terus optimalkan sosialisasi dan penyuluhan agar warga tidak membeli motor bodong," kata Kepala Polres Lebak Ajun Komisaris Besar Mulia Nugraha seperti dikutip dari Antara.

    Menurut Mulia, banyak warga yang diproses secara hukum karena membeli kendaraan bodong. Mereka juga bisa dikenai tuduhan sebagai penadah, membeli kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi surat-surat seperti STNK dan BPKB. 

    Biasanya, kata Mulia, sepeda motor yang tak dilengkapi surat kendaraan itu harganya lebih murah dibandingkan beli di tempat resmi seperti showroom dan toko kendaraan bekas. "Kami akan memproses secara hukum jika warga membeli motor bodong itu," katanya.

    Untuk mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor, Mulia mengatakan terus mengoptimalkan patroli sekaligus mencegah kejahatan pembegalan sepeda motor di sejumlah lokasi. Ini langkah preventif dan represif untuk memberikan rasa aman bagi pemilik kendaraan. Petugas melakukan patroli dengan melibatkan semua anggota Satuan Reserse dan Kriminal, intelijen, serta kepolisian sektor.

    Sebelumnya, jajaran Kepolisian Resor Kota Bekasi, Jawa Barat, menangkap dua pelaku begal sepeda motor di wilayahnya. Seorang penadah turut diamankan dalam penggerebekan di wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada 10 Maret lalu itu.

    Juru bicara Polresta Bekasi Kota, Ajun Komisaris Siswo, mengatakan dua pelaku pencurian sepeda motor adalah Rahmat alias Omat, 27 tahun, dan Abdul Gopur alias Otoy, 21 tahun. Adapun seorang penadah bernama Madin. "Dua tersangka kami lumpuhkan karena melawan," kata Siswo.

    Dalam pengungkapan itu, polisi menyita sembilan sepeda motor curian. Berikut ini sepeda motor yang diduga hasil curian dan pembegalan di jalan raya itu: 

    1. sepeda motor Satria tanpa pelat nomor,
    2. Yamaha Mio B-6527-FZU,
    3. Honda Beat B-3929-FHN,
    4. Honda Beat B-6527-FZO,
    5. Honda Supra Fit B-6861-KGN,
    6. Suzuki Smash B-6850-FJW,
    7. Suzuki Smash B-6079-KMN,
    8. Honda Revo B-6079-KMN, dan
    9. Yamaha Vega R (sudah diserahkan ke korban).

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.