UI: Ledakan di Laboratorium Farmasi Murni Kecelakaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan sampah yang mengotori danau Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, (6/12). Banyaknya sampah mengurangi kebersihan dan penghijauan di lingkungan kampus telah mendapat peringkat sebagai salah satu kampus hijau di dunia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas membersihkan sampah yang mengotori danau Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, (6/12). Banyaknya sampah mengurangi kebersihan dan penghijauan di lingkungan kampus telah mendapat peringkat sebagai salah satu kampus hijau di dunia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Depok - Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Mahdi Jupri mengatakan ledakan yang melukai 14 mahasiswa di laboratorium yang terletak di lantai 2 Gedung J, Fakultas Farmasi, pada Senin, 16 Maret, 2015, murni akibat kecelakaan, dan bukan disengaja.

    Penyebabnya, kata dia, kelalaian mahasiswa yang terlalu asyik bermain gadget saat mengikuti praktikum. "Ini bukan ledakan, tapi letupan yang berasal dari tabung labu destilasi berukuran 5 mililiter,” kata Mahdi kepada Tempo, Selasa, 17 Maret 2015.

    "Kacanya pecah, sehingga melukai beberapa korban yang ada di sekitarnya,” ujarnya. Saat ini, kata dia, kondisi laboratorium sudah kembali normal. Para mahasiswa pun telah bisa mengikuti praktikum lagi. 

    "Ini memang kelalaian mahasiswa yang terlalu asyik main gadget saat praktikum, sampai lupa kandungan asam di dalam tabung labu destilasi mengering," ujar Mahdi.

    Ledakan ini terjadi pada Senin, 16 Maret 2015, sekitar pukul 10.30 WIB. Ketika itu para mahasiswa Fakultas Farmasi UI tengah menjalani praktikum di laboratorium. Namun salah seorang mahasiswa terlambat mengangkat pemanas Bunsen hingga larutan sampel di dalam labu destilasi hampir kering.

    Para korban yang terluka akibat serpihan kaca dilarikan ke rumah sakit terdekat dan dijahit di bagian wajah dan leher. Tidak ada mahasiswa yang terluka akibat bahan kimia karena dalam praktikum tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

    "Bahan kimia yang digunakan tidak berbahaya. Semuanya sudah sesuai dengan standar. Pihak UI sudah bertanggung jawa dengan kejadian ini," ujar Mahdi.

    Dari 14 orang korban, dua di antaranya mengalami luka cukup berat, yaitu Delvika Yessi Chumala dan Citra Sari Purbandini. Keduanya terluka di bagian wajah dan leher. Saat ini seluruh korban sudah diperbolehkan pulang oleh dokter di rumah sakit. "Delvika sudah pulang, sedangkan Citra mengalami luka di bagian kornea mata, tapi sudah pulang juga ke tempat kosnya," kata Mahdi.

    Korban letupan:

    1.Dawami Arijan (dilarikan ke RS Bunda Margonda dan sudah diizinkan pulang).
    2.Apriantika Sari(dilarikan ke RS Bunda Margonda dan sudah diizinkan pulang).
    3.Chareza Lutfi Ramadhan(dilarikan ke RS Bunda Margonda dan sudah diizinkan pulang).
    4.Della Syariyana(dilarikan ke RS Graha Permata Ibu, sudah diperbolehkan pulang).
    5.Chavella Avatara(dilarikan ke RS Graha Permata Ibu, sudah diperbolehkan pulang).
    6. Aulika Desthahrina Nareswara (mengalami luka ringan, dibawa ke PKM).
    7. A. A. Sagung W. Kumala Dewi (mengalami luka ringan, dibawa ke PKM).
    8. Adam Arditya Fajriawan (mengalami luka ringan, dibawa ke PKM).
    9. Agung Kristiyanto (mengalami luka ringan, dibawa ke PKM).
    10. Arini Andriani(mengalami luka ringan, dibawa ke PKM).
    11. Andini Gahayati B. R.(mengalami luka ringan, dibawa ke PKM).
    12. Adhnina Fithra Azzahra (mengalami luka ringan, dibawa ke PKM).
    13. Delvika Yessi Chumala (dirawat di RS Bunda Margonda, sudah pulang).
    14. Citra Sari Purbandini (Dirawat di RS Bunda Margonda, dirujuk ke Klinik Mata Nusantara).

    FAHADZ FAUZI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.