Evaluasi Lelang Jabatan, Ahok Terima Banyak SMS PNS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan  guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima banyak pesan pendek dari pegawai Provinsi DKI. Umumnya pesan pendek tersebut mengeluhkan beban kerja yang tak sanggup dijalani karena alasan usia. “Ada beberapa yang minta berhenti jadi lurah ," ujar Basuki saat ditemui Balai Kota, Medan Merdeka Selatan, Selasa, 17 Maret 2015.

    Para pegawai yang mengeluhkan beban kerja karena faktor usia mengatakan tidak sanggup turun ke lapangan, terutama untuk jabatan lurah dan camat, karena mereka wajib memimpin kerja bakti tiap pekan. “Terlalu tua, dia minta bagian lain,” ujar Basuki yang dipanggil Ahok ini. “Enggak apa-apa masih ada orang juga, kok.”

    Keluhan soal beban kerja yang tinggi juga datang dari pegawai yang berada di jajaran eselon IV. “Itu juga ada beberapa misal yang ibu hamil, yang muda, dia banyak minta jadi staf," kata Ahok.

    Dia mencontohkan untuk posisi eselon IV ditempati pegawai yang bekerja di bagian kepala seksi sekolah. Rata-rata mereka merasa kaget dengan porsi tugas dan kewajiban setelah perombakan jabatan pada 2 Januari lalu.

    Meski banyak keluhan datang dan ada yang minta pengunduran diri, belum ada pegawai yang akan diturunkan menjadi staf dalam waktu dekat. Namun Ahok sedang mengupayakan evaluasi lelang jabatan yang sedang disiapkan April mendatang.

    Ahok mengatakan sebelum menduduki posisinya kini, para pegawai tersebut masih bisa duduk tenang. Sedangkan pada pola kerja yang diterapkan pada kepemimpinannya ini, mereka dituntut banyak hal. Ahok melakukan ini terutama untuk memompa kinerja pegawai. "Jadi dia pikir daripada aku enggak bisa mengisi, aku enggak usah kerja, toh diam-diam dapat gaji lumayan. Ngapain dapat Rp 13 juta, ya Rp 9 juta juga lumayan dia pikir, yang penting administrasi,” ujarnya.

    Ahok tak mempermasalahkan pegawai yang ingin mundur. Menurut Ahok, jika memang ada yang ingin mundur dan perlu diganti, tak perlu lagi dipertahankan.”Yang antre mau naik banyak.”

    Mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengatakan tidak banyak orang mau menjadi gubernur seperti dirinya saat ini. Bekerja dari pagi hingga malam, hanya menerima gaji pokok dan tak mau lakukan korupsi.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.