Ketua DPRD DKI : Aspal Kita Kok Enggak Kayak Singapura Ya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Abraham 'Lulung' Lunggana berbicara denga peserta rapat  setelah kisruh saat rapat Mediasi dan Klarifikasi Mengenai Evaluasi RAPERDA/APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015 di Kantor Kemendagri, Jakarta, 5 Maret 2015. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    Wakil Ketua DPRD DKI Abraham 'Lulung' Lunggana berbicara denga peserta rapat setelah kisruh saat rapat Mediasi dan Klarifikasi Mengenai Evaluasi RAPERDA/APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015 di Kantor Kemendagri, Jakarta, 5 Maret 2015. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi berulang kali membandingkan Indonesia dengan Singapura. Terlebih saat pembahasan anggaran di Bina Marga dalam rapat anggaran DKI Jakarta 2015 antara Dewan dan Pemerintah Provinsi.

    "Kenapa ya aspal kita enggak kayak di Singapura yang awet?" dia bertanya kepada Kepala Bina Marga Yusmada Faisal, Rabu, 18 Maret 2015.

    Dia mengatakan aspal di Singapura tak berlubang-lubang seperti di Indonesia. "Aspal kita ini gampang ngelotok. Ada gerojokan air sedikit, bolong. Apa itu kelengketannya dikurangi, apa bagaimana?" kata dia.

    Yusmada menjelaskan, secara teknis, aspal Indonesia dengan Singapura sama. "Kami menggunakan aspal yang sudah melalui proses pemeriksaan spesifikasi," kata dia. Yusmada berjanji akan membenahi metode yang digunakan dalam mengaspal jalan.

    Menurut Yusmada, kualitas jalan terus menurun lantaran sering kebanjiran. "Jalan itu harus benar-benar tidak tergenang air," kata dia. Apa pun metodenya, kata Yusmada, kalau terkena air aspal akan cepat rusak.

    Tak puas, Edi, yang juga pemimpin Badan Anggaran, kembali mencecar Yusmada. "Di rumah dinas saya jalan bagus tapi di Warung Buncit itu kenapa ya ngelotoknya cepat?" kata dia.

    Ia bahkan mencontohkan kerusakan aspal di Jalan Sabang. "Masak ada got di tengah jalan?" Tak ada tanggapan dari Yusmada saat dicecar dengan pertanyaan seperti itu oleh Prasetyo.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.