Dana SMA Husni Thamrin Dicoret, Bagaimana Siswanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta: Rafi Ramadhan, 18 tahun,mengisahkan kehidupannya di SMA Negeri Mohammad Husni Thamrin, Jakarta Timur. Sekolah ini merupakan salah satu yang terkena penghapusan dana operasional dalam RAPBD 2015 yang dikoreksi Kementerian Dalam Negeri. Dana yang dipotong sebesar Rp 11,9 miliar.


    Di sekolah unggulan tersebut, Rafi mengaku harus bangun pukul 04.00 subuh setiap harinya. Dia tak boleh terlambat untuk salat subuh berjamaah di masjid sekolah. Pasalnya, ada absen salat subuh yang harus diisi. Jika tidak, dia dianggap melanggar peraturan asrama dan mendapat rapot asrama buruk.

    "Ada beberapa aturan," kata dia kepada Tempo di halaman sekolahnya, Selasa, 17 Maret 2015.

    Pantauan Tempo, ada jadwal rutin yang harus diikuti siswa setiap harinya. Kegiatan tersebut mulai sejak pukul 04.00 hingga 22.00. Setiap kegiatan punya absennya masing-masing. Guru maupun pembina asrama pun punya jurnal dan berita acara yang wajib diisi berkenaan kegiatan dan keluar-masuk siswa.

    Seluruh siswa sekolah ini diwajibkan tinggal di asrama. Kepala asrama putri, Sugiyatmi, mengatakan dengan tinggal di asrama diharapkan siswa dapat lebih fokus belajar dan berdiskusi, baik dengan guru atau teman sebaya. Siswa juga diperbolehkan untuk berada di area sekolah hingga pukul 22.00. Maklum, letak asrama dan sekolah memang hanya selemparan batu.

    Sarapan disiapkan sejak pukul 06.00. Apel pagi dimulai pukul 06.30. Seluruh siswa dikumpulkan di depan asrama untuk absen. Kegiatan belajar-mengajar dimulai dari pukul 07.00-15.00. Pukul 07.00, kepala asrama sigap mengunci segala pintu keluar untuk menjebak siswa yang terlambat.

    "Mereka yang terlambat akan dibawa oleh kepala asrama ke wakil kepala sekolah bidang kesiswaan untuk ditatar singkat," kata Sugiyatmi.

    Setelah selesai sekolah, siswa biasanya kembali ke asrama atau ikut kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan peminatan masing-masing. Ada pula siswa yang lanjut pembinaan olimpiade dengan guru mata pelajaran yang akan dilombakan. Bagi siswa kelas XII, belajar adalah satu-satunya kegiatan yang diutamakan.

    "Kami biasanya banyak yang les bimbingan belajar tak jauh dari sekolah," kata Rafi.

    Siswa yang punya kegiatan kursus di luar sekolah, seperti Rafi, diperbolehkan keluar asrama asal sudah ada surat izin dari sekolah dan orang tua. Selain itu, surat keterangan dari tempat kursus juga diwajibkan untuk disertakan ke kepala asrama.

    Setiap harinya siswa disediakan makan tiga kali sehari dan satu snack sore. Mereka punya ruang makan khusus yang satu rangkainya terdiri dari satu meja dan empat kursi. Duduknya pun diatur oleh pembina asrama. Sugiyatmi mengatakan, hal ini untuk memudahkan para siswa berbaur. Tak sedikit pula siswa yang sengaja menaruh buku, snack, atau vitamin di atas meja mereka.

    Siswa SMAN Husni Thamrin hanya diperbolehkan pulang dua kali dalam sebulan. Masing masing siswa boleh bertukar jadwal pulang jika ada acara di luar yang tak bisa ditinggalkan. Hal ini boleh dilakukan asal ada izin dari pembina asrama putra maupun putri.

    Dua minggu sekali akan ada rapor asrama yang akan memperlihatkan kedisplinan siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Rapor ini juga menjadi salah satu penentu ranking dan prestasi siswa di sekolah.

    Menurut Sugiyatmi, kedisiplinan siswa biasanya semakin lama semakin mengendur. Siswa kelas XII yang disibukkan dengan persiapan UN dan masuk perguruan tinggi kadang tak sempat untuk mengisi absen-absen yang ada di asrama. Karena itu, dia maklum jika rapor asrama kelas XII tak sebagus adik-adik kelasnya.

    Rafi bercerita, kedisiplinan dia paling kendur saat ada di kelas XI. Dia mengaku mulai jarang ikut kegiatan asrama sebab dia disibukkan dengan persiapan ujian Cambridge level dan ekstrakurikuler robotik.

    Terkait dengan pergaulan, Rafi mengaku dirinya berbeda dengan teman-teman yang bersekolah di luar MH Thamrin. Sebab sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam sekolah. Jadi, dia kebanyakan hanya bermain dengan teman-teman satu sekolahnya.

    Dia bersyukur sekolahnya tak membatasi penggunaan gadget. Hal ini membuat dia punya hiburan lain saat sedang stres belajar. Kadang kala dia asyik berinternet ria di depan laptopnya ataupun memanfaatkan wifi di dekat perpustakaan untuk bermain handphone.

    Tak jarang banyak siswa yang stres hingga menangis dan sakit pada saat-saat tertentu, terutama siswa perempuan. Menurut Rafi, beban terberat ada di kelas X saat dia harus mempelajari semua pelajaran dari kelas X-XII hanya dalam waktu dua semester. Saat itu banyak temannya yang dibawa ke dokter karena tak kuat menanggung beban mata pelajaran.

    Namun, semua kesusahan itu telah Rafi lewati. Dia tetap bersyukur karena sudah bersekolah di salah satu sekolah terbaik di Jakarta. Dia dapat tetap termotivasi untuk belajar karena melihat teman-temannya yang juga tak berhenti belajar. Mimpinya saat ini hanya satu, lulus ujian nasional dan berkuliah di Teknik Elektro, Universitas Indonesia.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.