Salah Pilih Wakil, Bupati Nurhayanti Bisa Terseok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pimpinan daerah menyalami Nurhayanti usai dilantik menjadi Bupati Bogor periode 2015-2018, di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 16 Maret 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah pimpinan daerah menyalami Nurhayanti usai dilantik menjadi Bupati Bogor periode 2015-2018, di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 16 Maret 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bogor - Pengamat politik dan pemerintahan dari Institut Pertanian Bogor, Sopyan Sjaf, mengatakan beban Nurhayanti sebagai Bupati Bogor cukup berat. Apalagi latar belakang bupati perempuan pertama Bogor itu adalah birokrat tulen.

    Permasalahan di Kabupaten Bogor, kata dosen Pascasarjana IPB ini, cukup kompleks. Luas wilayah, jumlah penduduk, dan daerah penyangga ibu kota tersebut perlu penanganan khusus. Sopyan menyarankan Nurhayanti memilih wakil yang bisa menopang kinerjanya.

    "Salah memilih wakil, Nurhayanti bisa terseok-seok untuk mewujudkan visi kabupaten termaju," kata Sopyan kepada Tempo, Rabu, 18 Maret 2015. "Dia harus yang punya kompetensi lapangan dan mendapat dukungan politik."

    Menurut Sopyan, wakil bupati akan memiliki peran besar dalam menjalankan roda pemerintahan dan mengayomi masyarakat. Dia mengaku kurang sreg jika Nurhayanti didampingi Bupati Bogor sebelumnya, Ade Munawaroh, Ketua DPC PPP Bogor sekaligus adik Rachmat Yasin, yang ditahan karena perkara korupsi.

    Sopyan menilai rekam jejak dan tapak kontribusi Ade Munawaroh terhadap Kabupaten Bogor belum terlihat. Politik balas budi Nurhayanti terhadap Rachmat Yasin tidak berarti harus menjadikan adik kandungnya itu sebagai wakil bupati.

    Dia menyarankan Nurhayanti mengambil figur lain yang kompetensinya sudah teruji. Figur tersebut bisa dari kalangan profesional atau politikus. Yang penting, kata dia, wakil mampu menutupi kekurangan bupati. Selain itu, dia mendapat sokongan kuat dari partai politik dan masyarakat.

    "Dia harus tahu pojok-pojok Kabupaten Bogor yang wilayahnya sangat luas ini," kata Sopyan.

    Kementerian Dalam Negeri memberhentikan dengan hormat Rachmat Yasin sebagai Bupati Bogor pada November 2014. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan lalu melantik Nurhayanti, yang sebelumnya menjadi Pelaksana Teknis Bupati Bogor, pada 16 Maret 2015.

    Namun, Nurhayanti belum memilih wakil bupati yang akan mendampinginya. Sejauh ini sudah muncul dua calon kuat yang akan disandingkan dengan Nurhayanti, yakni Ade Munawaro dan Endang Kosasih.

    Ade adalah Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, dan adik kandung Rachmat Yasin. Adapun Endang Kosasih adalah mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, anggota DPR, dan kini menjadi anggota Dewan Penasihat Partai Gerakan Indonesia Raya.

    ARIHTA U. SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.