Gaya Lulung Semprot Anak Buah Ahok Kala Rapat APBD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Dok TEMPO/Seto Wardhana

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Dok TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta: "SKPD jangan balik badan!" Setengah membentak, suara Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari Fraksi PPP Abraham 'Lulung' Lunggana terdengar sangat keras di mikrofon.

    Ia yang datang dengan kemeja batik warna ungu ini berupaya merasa perlu membuktikan anggaran versi dewanlah yang benar. Sedangkan rancangan anggaran versi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri merupakan rancangan anggaran yang tak melalui pembahasan bersama DPRD.


    "Saya tahu lurah dan camat dikumpulkan semua lalu dipaksa, ditekan untuk tidak memasukkan hasil pembahasan. Saya mendengar ada surat yang dipaksa untuk ditandatanganin," kata dia.

    Ia juga meminta SKPD mendukung ucapannya. "SKPD jangan takut sama gubernur trus balik badan. Jangan sampai hasil pembahasan malah tidak ada," kata dia. Tak puas, ia menghardik Kepala Inspektorat DKI Jakarta Larso Marbun. "Larso kamu jangan ketawa, hasil pembahasan ya hasil pembahasan," kata dia lagi.

    Meskipun ada yang berusaha menghentikannya, ia tetap ngotot bahwa hal ini sangat penting. Ia berhenti ketika Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi yang memimpin rapat menengahi dan meminta pemaparan Ari Budiman, Kepala Dinas Pendidikan, dilanjutkan.

    Saat datang ke rapat pembahasan anggaran antara dewan dengan pemerintah DKI, Lulung tak membawa satu dokumen pun. Bahkan, ia tak tahu dokumen anggaran hasil evaluasi yang dipermasalahkan dalam rapat Selasa 17 Maret lalu, telah dibagikan.


    "Kapan ini draf dibagikan? Kemarin kan ya eh? Kapan?" tanya Lulung.


    Prasetyo langsung menjawab. "Kemarin sudah tetapi karena hanya ada satu jadi tidak saya bagikan, hanya yang soft file saja yang disebar," kata Prasetyo.


    Di dalam rapat pembahasan, Lulung berulangkali berusaha membuat anak buah Ahok berbicara soal anggaran yang dibahas bersama, salah satunya UPS.

    Setelah itu Lulung keluar dari ruangan. Sambil bergegas ia berkata, "Gue lagi sakit mau ke dokter." Jam di tangan menunjukkan tepat pukul 12.20, rapat belum usai tapi Lulung sudah pergi. Rupanya, Lulung hendak menemui tamu di ruang kerjanya.


    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.