Prabowo Soenirman: Ada Motivator di Revisi RAPBD Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi (tiga kiri),  bersama para wakil ketua DPRD, menerima surat persetujuan dari anggota fraksi dalam rapat paripurna hak angket di DPRD DKI Jakata, 26 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi (tiga kiri), bersama para wakil ketua DPRD, menerima surat persetujuan dari anggota fraksi dalam rapat paripurna hak angket di DPRD DKI Jakata, 26 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok buka-bukaan atas proses revisi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015 di Gedung Pola lantai 2, Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Pada revisi ini, Ahok mengundang anggota DPRD dan wartawan untuk menyaksikan langsung perbaikan nomenklatur anggaran di e-budgeting berdasarkan evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri.

    Dalam agenda revisi ini, hanya sepuluh dari 106 anggota Dewan Jakarta yang hadir. Salah satu anggota DPRD yang datang adalah Bestari Barus dari Fraksi Nasional Demokrat. Bestari mengapresiasi proses penginputan kegiatan ke dalam e-budgeting ini.

    "Terima kasih melibatkan Dewan dalam proses itu. Saya kira baik," ucap Bestari di Gedung Pola, Kamis, 19 Maret 2015. Dengan proses ini, menurut dia, anggota Dewan akhirnya tahu bagaimana sistem e-budgeting itu berjalan. "Ini kegembiraan buat kami."

    Sedangkan anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Prabowo Soenirman, memilih tak datang. Prabowo malah berkelakar kalau kehadiran Bestari Barus dalam acara itu adalah sebagai motivator. "Dia (Bestari) datang sebagai motivator," sindir Prabowo Soenirman yang juga anggota Badan Anggaran, saat dihubungi.

    Prabowo menjelaskan alasan ketidakhadirannya dalam input data e-budgeting di revisi rancangan APBD. Dia tak setuju dengan revisi itu karena pemerintah DKI sudah lebih dulu memasukkan kegiatan hasil evaluasi Kemendagri sebelum dibahas dengan Dewan. "Silakan dimasukan (revisinya), kami tak mau tanggung jawab."

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.