Kios di Jalan Cipaku Dibongkar untuk Saluran Air  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dan pedagang menyaksikan, proses penggusuran oleh petugas Satpol PP. Rencananya wilayah ini akan dibangun saluran air.  Jakarta, 19 Maret 2015. TEMPO/Frannoto

    Warga dan pedagang menyaksikan, proses penggusuran oleh petugas Satpol PP. Rencananya wilayah ini akan dibangun saluran air. Jakarta, 19 Maret 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nining, 45 tahun, hanya bisa menatap kiosnya yang dirobohkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan. Wanita yang sudah berjualan di sana sejak tahun 1986 itu akhirnya pasrah kiosnya diratakan dengan tanah.

    "Kami baru dapat SP3 pada Jumat kemarin. Sekarang tahu-tahu dibongkar," ujarnya pada Kamis, 19 Maret 2015. Dia dan beberapa pedagang sempat protes sampai membakar kayu-kayu dan menjatuhkan pot tanaman ke jalanan.

    Kios-kios di Jalan Cipaku, tepatnya di depan Pasar Santa itu sempat dijadikan tempat penampungan bagi para pedagang kaki lima di Kecamatan Kebayoran Baru. Mereka menempati 42 kios penampungan itu sejak 2007 bersamaan dengan pembangunan Pasar Santa. Namun, kawasan Jalan Cipaku sebetulnya sudah menjadi tempat berdagang sejak 1980-an.

    Nining mengaku setiap hari membayar retribusi sebesar Rp 5.000 kepada koordinator kios tersebut. "Saya kaget juga tahu-tahu dibongkar," ujarnya. Koordinator kios mengumpulkan retribusi dari pedagang untuk kemudian disetorkan ke pemerintah daerah.

    Namun, menurut Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, lokasi sementara penampungan PKL ini sudah tidak punya izin lagi, karena izinnya sudah berakhir pada 2014. "Mereka sudah tak punya izin jualan di sini," ujarnya.

    Menurut dia, di Jalan Cipaku ini akan dibuat saluran air karena kondisi saluran air di sekitar Pasar Santa tidak baik. Selain itu, akan dibangun juga jalur hijau semacam taman di jalan ini. "Kami akan kembalikan sesuai fungsinya," kata dia.

    Bagi para pedagang, kata Tri, telah disiapkan los di lantai dasar Pasar Santa untuk melanjutkan usahanya. Namun, dia akui, tak semua pedagang mau dipindahkan ke sana. "Intinya, kami sudah sediakan lokasi jika pedagang mau pindah," ujarnya.

    Jika masuk Pasar Santa, Tri mengatakan akan memberikan retribusi gratis selama enam bulan. "Kami bebaskan dulu kalau mau masuk sini," kata dia.

    Kios-kios semipermanen itu kini sudah hampir rata-rata dengan tahan. Sebelumnya, kios-kios ini menjual berbagai jenis makanan, suku cadang motor, dan warung makan.

    Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Sulistiarto mengatakan mereka menurunkan 200 personel untuk penertiban hari ini. "Kami bersihkan untuk dikembalikan sesuai fungsinya," ujarnya.

    Total ada 72 kios milik 42 pedagang yang ditertibkan. Para pedagang sebenarnya sudah mulai merapikan barang dagangannya sejak Rabu setelah menerima SP3.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.