Jakarta Tempo Doeloe: Ada Setan Gosok Gigi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asing menikmati suasana di Kota Tua, Jakarta, (3/9). Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan pada bulan Januari-Juli 2013 jumlah turis asing yang masuk Indonesia mencapai 4.872.262 orang, naik 6,4 persen. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Wisatawan asing menikmati suasana di Kota Tua, Jakarta, (3/9). Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan pada bulan Januari-Juli 2013 jumlah turis asing yang masuk Indonesia mencapai 4.872.262 orang, naik 6,4 persen. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Jakarta: Pada 21 Maret 1909, koran Perniagaan  membuat berita dengan judul 'Setan Gosok Gigi'.  Berikut sebagian berita tersebut sesuai dengan bahasa ketika itu:

    Sebagian besar pendoedoek Pasar Senen pada masa ini sanget takoet pada “setan gosok gigi, tjap kapala dan poeter poeser orang” hingga banjak sekali anak-anak disana ada dikasi bamboe koening. Katanja soepaja itoe setan tida brani.

    Berikut peristiwa lain yang terjadi di Batavia pada 21 Maret seperti termuat dalam berbagai koran:

    Koeli Main Dadoe di Hanggar
    [Bintang Betawi, 21 Maret 1905]

    Di dalem satoe hanggar di Tandjoeng Prioek jang ada kosong, di sitoe kemaren orang orang koeli main dadoe poeter dengen betaroh wang. Maka di tanja apa politie tida boleh tjegah itoe perboeatan?

    Terlebih lagi di sebrang di mana loods areng batoe kaloe koeli koeli bekerdja angkat areng soedah tentoe brapa boewaja dateng main dadoe poeter. Jang membikin panas mata koeli koeli soepaja boleh di tarik dari pendapetannja angkat areng batoe. Maka di sitoe djoega orang harep kaloe ada arang, soepaja ada opas policien djaga di sitoe aken tjegah orang orang jang main.

    Pentjoeri Diancam Ditembak
    [Pemberitaan Betawi,  21 Maret 1907]

    Di kemajoran maka seorang Slam jang mempoenjai kebon kelapa mendapat lihat seorang Slam bernama Samin menaik poehoen kelapa akan mentjoerinja. Dari sebab diantjam akan ditembak, padahal sesoenggoehnja hal itoe hanja akal akalan jang poenja kebon. Maka ia soedah toeroen dan kemoedian diserahkan pada politie.

    Cholera
    [Pembrita Betawi,  21 Maret 1911]

    Cholera penjakit jang amat hebat. Hingga kini beloem djoega djemoe ia mempertoendjoekken dirinja di moeka boemi tempat kediaman kita. Allahoe robbi, apakah kotornja perboeatan kita, maka negeri ini disoetjiken hingga sedemikian lamanja?

    Bangsat
    [Pembrita Betawi 21 MARET 1912]

    Seorang Toean Administrateur dari soeatoe Kebon Onderneming di tanah Djawa telah memanggil seorang mandornja ke kantornja. Oleh karena mandoer itoe boeroek pekerjaannja, maka ia poen dimarahi toean itoe. Mandoer itoe kemoedian berteriak “bangsat” ke toeanja. Mandoer itoe akhirnja dilaporkan ke Assistent Resident karena dianggap menghina.

    EVAN / PDAT SUMBER DIOLAH TEMPO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.