Beredar Teror Lewat SMS: Mau Bunuh Presiden Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan kata sambutan pada perayaan Tawur Agung Kesanga tahun 1937 Saka di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, 20 Maret 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

    Presiden Jokowi memberikan kata sambutan pada perayaan Tawur Agung Kesanga tahun 1937 Saka di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, 20 Maret 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

    TEMPO.CO, Tangerang - Warga Tangerang menerima rangkaian teror melalui pesan pendek pada telepon seluler dari orang yang mengaku anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam beberapa hari belakangan ini.

    Berbagai ancaman dilayangkan pelaku teror yang mengaku berasal dari Lampung Timur itu. Dari ledakan pesawat di Bandar Udara Soekarno-Hatta hingga ancaman pembunuhan terhadap Presiden Joko Widodo.

    Teror dimulai sejak menyebarnya pesan berantai dari nomor 085758905xxx pada Rabu, 18 Maret, yang berisi pesan: “Pesawat Lufthansa rute jakarta-berlin tergelincir saat take off di Bandara Soetta pukul 10.25 diperkiraan semua tewas. Pak Nur Rakhman, Pegawai Atc Soetta 085758905xxx.”

    Namun, setelah ditelusuri, informasi itu tidak benar. "Info itu kacau, tidak jelas sumbernya," ujar Manajer Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan. Yudis juga memastikan informasi tersebut tidak benar.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan pihaknya sedang menelusuri SMS itu. "Kami sedang telusuri dan menyelidiki nomor handphone tersebut," katanya kepada Tempo, Sabtu, 21 Maret 2015.

    Ketika nomor itu dihubungi, tidak ada yang menjawab. Pengguna nomor itu malah menyebarkan pesan pendek bertubi-tubi dengan nada penuh ancaman. Isinya, antara lain, "Semua kepolisian mau kami habisi. Tinggal tunggu waktu. Kami anggota ISIS sudah sakit hati... juga Jokowi harus mati."

    Pesan lainnya seperti ini: "Kami tidak main2. Kami ISIS, akan menghancurkan polri, jaksa agung dan presiden kurus. Telah memvonis bahwa narkoba perusak generasi, padahal narkoba ini membuat orang bersemangat, kalau orang mau mati ya mati dong bukan narkobanya. Juga ISIS, kami telah di jelek2n bahwa kami pemberontak, tapi kami hanya merekrut untuk bekerja sama, toh mereka kami gaji. Seolah2 kalian paling benar. Liat tuh pengeruk uang rakyat, kok nyantai aja."

    Pesan selanjutnya: "Kami telah instruksi anggota kami untuk bersiap2 menghancurkan kalian. Kami dari lampung timur, markas kami di sumur kucing lampung timur."

    Mulyadi, 40 tahun, salah satu warga Tangerang yang menerima pesan pendek itu kaget. "Wah, ini orang benar-benar kacau," katanya. Mulyadi terus mendapat kiriman pesan aneh itu.

    Menurut Martinus Sitompul, jika sudah ditemukan, pelakunya dapat dikenakan pidana. "Kami akan menindak tegas pelaku pengirim ancaman sebagaimana diatur dalam UU ITE," ujarnya.

    JONIANSYAH | NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.