Polisi Tangkap Peneror SMS yang Mengaku ISIS?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra

    Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan penyidik telah melacak nomor telepon seluler yang melakukan serangkaian teror lewat layanan pesan pendek (SMS). Pengirim pesan itu mengaku anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berasal dari Lampung Timur.

    Berbagai ancaman teror disebar dari nomor 085758905xxx kepada warga Tangerang. Pesan itu berisi mulai dari ancaman ledakan pesawat di Bandar Udara Soekarno-Hatta hingga pembunuhan atas Presiden Joko Widodo.

    "Kami sudah melakukan pelacakan. Rencananya akan dirilis terkait penangkapan (terduga anggota ISIS) dan pesan berantai itu di Polsek Tambun siang ini," kata Martinus kepada Tempo, Ahad, 22 Maret 2015.

    Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono rencananya juga akan melakukan penggeledahan di salah satu rumah milik J alias KW di Kampung Warung Asem, Kelurahan Sumber Jaya, Tambun, Bekasi.

    Teror dimulai sejak menyebarnya pesan berantai dari nomor 085758905xxx pada Rabu, 18 Maret 2015, yang berisi pesan "Pesawat Lufthansa rute Jakarta-Berlin tergelincir saat take off di Bandara Soetta pukul 10.25 diperkiraan semua tewas. Pak Nur Rakhman, Pegawai Atc Soetta 085758905xxx".

    Namun, setelah ditelusuri informasi itu tidak benar. "Info itu kacau, tidak jelas sumbernya," ujar Manager Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan. Yudis juga memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    Ketika dihubungi pun nomor yang tertera di pesan itu tidak menjawab. Tapi malah menyebar pesan pendek yang bertubi-tubi dan dengan isi nada penuh ancaman. Isinya antara lain "Semua kepolisian mau kami habisi. Tinggal tunggu waktu. Kami anggota ISIS sudah sakit hati... juga Jokowi harus mati."

    Pesan lainnya seperti ini: "Kami tidak main2. Kami ISIS, akan menghancurkan polri, jaksa agung dan presiden kurus. Telah memvonis bahwa narkoba perusak generasi, padahal narkoba ini membuat orang bersemangat, kalau orang mau mati ya mati dong bukan narkobanya. Juga ISIS, kami telah di jelek2n bahwa kami pemberontak, tapi kami hanya merekrut untuk bekerja sama, toh mereka kami gaji. Seolah2 kalian paling benar. Liat tuh pengeruk uang rakyat, kok nyantai aja."

    Pesan selanjutnya: "Kami telah instruksi anggota kami untuk bersiap2 menghancurkan kalian. Kami dari lampung timur, markas kami di sumur kucing lampung timur."

    AFRILIA SURYANIS | JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.