Polisi Pasang Garis Polisi di Rumah Terduga ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Densus 88 Mabes Polri melakukan penggrebekan di rumah terduga teroris jaringan ISIS di Jalan Perdana Blok B No 3, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, 22 Maret 2015. Penggerebekan dilakukan berkaitan dengan penangkapan penyewa rumah bernama Aprimul Hendri, 41 tahun. ANTARA/Alinuddin

    Personel Densus 88 Mabes Polri melakukan penggrebekan di rumah terduga teroris jaringan ISIS di Jalan Perdana Blok B No 3, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, 22 Maret 2015. Penggerebekan dilakukan berkaitan dengan penangkapan penyewa rumah bernama Aprimul Hendri, 41 tahun. ANTARA/Alinuddin

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian Resor Jakarta Selatan melakukan penggeledahan terhadap sebuah rumah yang ditempati Aprimul Hendri, 41 tahun, warga Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 12.00 berkaitan dengan penangkapan Aprimul Hendri pada Sabtu kemarin.

    "Police line dipasang tadi selesai penggeledahan," kata Benjamin Ivan, 23 tahun, warga Jalan Perdana, di rumahnya, Ahad, 22 Maret 2015. Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut, terdapat lima personel kepolisian berseragam dan bersenjata laras panjang.

    "Tadi di rumah itu ada tiga orang dewasa dan satu anak," kata Benjamin. Ia mengatakan ketiga orang dewasa tersebut adalah perempuan dengan salah seorang di antaranya istri dari Aprimul. Dalam penggeledahan itu, ia menyaksikan Kepolisian mengambil beberapa barang.

    Benjamin melihat keberadaan personel Detasemen Khusus Antiteror 88, Kepolisian Sektor Pesanggrahan, Polres Metro Jakarta Selatan, dan juga Polda Metro Jaya pada penggeledahan itu. Benjamin mengaku tidak mengetahui pasti penangkapan Aprimul, tetapi ia mendengar Aprimul ditangkap pada Jumat lalu.

    "Setahu saya, istrinya sempat lapor polisi kalau suaminya menghilang, tahu-tahu ada ramai begini," katanya.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.