Pintu Air Manggarai, Karet, Angke Hulu Berstatus Waspada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO.COJakarta - Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menyatakan tiga pintu air di Jakarta berstatus Waspada atau Siaga III pada Senin siang, 23 Maret 2015.

    Ketiga pintu air itu antara lain Manggarai dengan ketinggian air 810 cm, Karet dengan ketinggian 540 cm, dan Angke Hulu dengan ketinggian 155 cm. "Sementara pintu air Krukut Hulu masih berstatus Siaga IV dengan ketinggian 130 cm," demikian isi broadcast messenger dari Pusdalobs DKI, Senin, 23 Maret 2015.

    Pemberian status pintu air terkait hujan dan banjir ini dimulai dari angka besar dulu, Siaga 4. Kondisi paling darurat adalah Siaga 1. 

    Adapun Pintu Air Karet adalah pintu air pengatur aliran air Banjir Kanal Barat. Pintu air ini berfungsi untuk membersihkan Kali Krukut Lama, Kali Cideng Bawah, dan Muara Baru. Pintu air ini juga mengendalikan aliran sungai yang melintasi daerah Jakarta Pusat, seperti kawasan Sudirman-Thamrin hingga Istana Negara.

    Sementara Pintu Air Manggarai berfungsi mengatur aliran air yang akan memasuki Kanal Banjir Barat. Pintu air ini merupakan bagian dari pengendalian banjir di Ciliwung dengan mengalihkan air ke bagian luar Jakarta, melewati kanal dari Manggarai, di kawasan selatan Jakarta sampai ke Muara Angke di pantai utara. Setelah dari pintu air Manggarai, air akan mengalir ke Pasar Rumput, Dukuh Atas, lalu membelok ke arah barat laut di daerah Karet Kubur, kemudian dilanjutkan ke arah Tanah Abang, Tomang, Grogol, Pademangan, dan berakhir di sebuah reservoir di muara, di daerah Pluit. Pintu Air Manggarai berhubungan dengan Pintu Air Karet.

    Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu, 22 Maret 2015 menyebabkan air di Kali Krukut, Kemang, Jakarta Selatan, meluap. Akibatnya, luapan air menggenangi jalan sekitar sungai hingga ke Perumahan Puri Sakti, Senin, 23 Maret 2015.

    “Lalin Kemang Selatan padat imbas luapan sungai,” cuit akun resmi TMC Polda Metro Jaya, Senin, 23 Maret 2015.

    Kepadatan terjadi karena jalan alternatif yang tak tergenang yang tersedia tak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas.

    Akun TMC Polda Metro merilis dua foto yang menggambarkan situasi akibat meluapnya air sungai tersebut. Foto yang pertama menggambarkan padatnya kendaraan yang melintas jalan yang tak tergenang banjir. Foto lain menggambarkan genangan air setinggi mata kaki orang dewasa yang sepi dilalui pengendara.

    Hingga berita ini diturunkan, operator TMC Polda Metro Jaya belum dapat memberikan informasi terkini ihwal situasi di sekitar Kali Krukut.

    PUSDALOBS DKI | NIEKE | ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.