Ustad Fahri Ditangkap, Keluarga Mengungsi ke Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Densus 88 Antiteror berjaga dalam proses penggeledahan rumah terduga pendukung ISIS di Cisauk, Tangerang Selatan, Banten, 22 Maret 2015. TEMPO/ Marifka Wahyu Hidayat.

    Densus 88 Antiteror berjaga dalam proses penggeledahan rumah terduga pendukung ISIS di Cisauk, Tangerang Selatan, Banten, 22 Maret 2015. TEMPO/ Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Ditangkapnya Tuah Febriwansah alias Ustad Fahri terduga anggota ISIS di Jalan Bakti Jaya Luk 4, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, membuat keluarganya merasa tidak nyaman.

    Hal itu terlihat dengan mengungsinya istri beserta anak-anak Tuah Febriwansah alias Ustad Fahri ke rumah orang tua istrinya di wilayah Salemba, Jakarta Pusat. "Kemarin sore istrinya pamit ke saya sambil nangis-nangis. Katanya mau pergi ke rumah ibunya di Salemba," kata Nur, seorang tetangga Tuah, kepada wartawan, Senin, 23 Maret 2015.

    Menurut Nur, keluarga Ustad Fahri dikenal baik. Orangnya tidak mencurigakan serta tidak tertutup dengan tetangga. "Di lingkungan dia dikenal sebagai ustad. Suka ada yang datang mengaji sekitar pukul 15.00 WIB," ujarnya.

    Nur mengatakan saat belajar mengaji, pintu rumah Ustad Fahri biasanya terbuka. Namun Nur tidak tahu siapa saja yang ikut mengaji di dalamnya. "Yang ikut mengaji bukan orang-orang kampung sini. Saya enggak merhatiin banget sih soalnya tidak mencurigakan," ujarnya.

    Selain itu, warga di lingkungan Bakti Jaya Luk 4 tidak ada yang tahu sama sekali bahwa Tuah Febriwansah atau Ustad Fahri diduga terkait ISIS. Masyarakat sekitar mengira Ustad Fahri hanya guru mengaji pada umumnya.

    Pantauan Tempo di rumah Ustad Fahri terlihat pintu rumah serta jendela tertutup rapat, lampu yang ada di depan rumah menyala. Rumah bercat biru berukuran 8x10 meter ini tampak sepi.

    MUHAMMAD KURNIANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.