Bidara Cina Macet, Jalur Jatinegara Barat Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga nekat melintasi banjir setinggi leher orang dewasa, di kawasan kampung pulo, Jakarta, 1 Maret 2015. Sebanyak enam RW di permukiman penduduk Kampung Pulo, di Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur kembali tergenang di status Siaga III, dengan ketinggian muka air 20-150 cm. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah warga nekat melintasi banjir setinggi leher orang dewasa, di kawasan kampung pulo, Jakarta, 1 Maret 2015. Sebanyak enam RW di permukiman penduduk Kampung Pulo, di Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur kembali tergenang di status Siaga III, dengan ketinggian muka air 20-150 cm. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemacetan sepanjang kurang lebih empat kilometer terjadi sejak Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Bidara Cina sampai Pasar Jatinegara Mester, Jakarta Timur, Senin, 23 Maret 2015. Laju kendaraan hanya sekitar 5 kilometer per jam. Penyebabnya, polisi menutup jalur lambat di Jalan Jatinegara Barat, yakni di depan Rumah Sakit Hermina.

    Penutupan jalan itu karena motor warga yang bermukim di Kampung Pulo, Jakarta Timur, diparkir di ruas jalan. Motor terpaksa diparkir di pinggir jalan lantaran rumah mereka terendam banjir setinggi paha orang dewasa. Sungai Ciliwung meluap.

    Jumlah motor yang diparkir itu mencapai ratusan. Berjajar memenuhi jalan sejak di depan SD Maria Fatima, Jatinegara hingga satu kilometer panjangnya. Jalan Jatinegara Barat yang semula punya dua arus cuma menyisakan satu arus saja.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Haris Hadis, mengatakan kebijakan penutupan jalan sebagai bentuk bantuan polisi. "Warga Kampung Pulo kasihan karena tak punya tempat untuk selamatkan motor mereka," kata dia kepada Tempo.

    Haris tak mengelak bila penutupan jalur ini bakal menciptakan kemacetan panjang di Jalan Jatinegara Barat sampai Kampung Melayu. "Secepat mungkin kami akan minta motor yang diparkir untuk dipindahkan kalau air telah surut," dia menjelaskan.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.