Ditahan KPK, Rachmat Yasin Tak Hadiri Sertijab Bupati Bogor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pimpinan daerah menyalami Nurhayanti usai dilantik menjadi Bupati Bogor periode 2015-2018, di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 16 Maret 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah pimpinan daerah menyalami Nurhayanti usai dilantik menjadi Bupati Bogor periode 2015-2018, di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 16 Maret 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBogor - Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyebar 1.200 undangan untuk acara serah-terima jabatan Bupati Bogor dari Rachmat Yasin kepada Nurhayanti. Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor Sonny Abdussyukur mengatakan sertijab itu harus dilaksanakan sepekan setelah Nurhayanti dilantik sebagai Bupati Bogor.

    Nurhayanti dilantik Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung pada Senin, 16 Maret 2015. "Seremoni sertijab bupati lama ke bupati baru tetap dilaksanakan. Acara hari ini di Gedung Tegar Beriman," ujar Sonny kepada Tempo di Cibinong, Selasa, 24 Maret 2015.

    Penyerahan jabatan bupati ini, ucap Sonny, dilakukan secara simbolis. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar, mewakili Rachmat Yasin, menyerahkan tampuk pimpinan kepada Nurhayanti. Rachmat Yasin dipastikan tidak menghadiri acara ini karena tengah menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Bupati Nurhayanti menjelaskan, meski tidak dihadiri Rachmat Yasin, sertijab harus dilaksanakan karena amanat perundang-undangan. "Simbolisnya Sekda (Adang Suptandar) kepada saya," katanya.

    Sertijab tersebut, ujar Nurhayanti, merupakan kesempatan bagi dia sebagai bupati definitif pengganti Rachmat Yasin untuk bersilaturahmi dengan semua komponen masyarakat. Sebab, untuk menyelesaikan program kerja dalam sisa waktu tiga tahun jabatan Bupati Bogor butuh dukungan dari berbagai pihak.

    "Saya tidak akan bisa bekerja sendiri. Ada tiga pilar yang menjadi penopang terlaksananya pembangunan," tutur Nurhayanti. Tiga pilar yang dia maksud adalah pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

    ARIHTA U. SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.