Hari ini Putusan Sidang Kasus Malpraktek Rumah Sakit Siloam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rumah sakit. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi rumah sakit. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Tangerang - Hakim Pengadilan Negeri Tangerang akan memutuskan perkara dugaan malpraktek Rumah Sakit Siloam Karawaci terhadap pasiennya, Dasril Ramadhan, dalam sidang yang digelar hari ini, Kamis, 26 Maret 2015. Putusan hakim hari ini akan memutuskan perkara ini akan dilanjutkan atau dihentikan menyusul adanya rencana mediasi damai di luar pengadilan antara rumah sakit dan keluarga pasien.

    "Kami berharap hari ini ada putusan final, tidak ada lagi penundaan," ujar orang tua Dasril, Achmad Haris, kepada Tempo, Kamis pagi, 26 Maret 2015.

    Menurut Haris, sidang kali ini adalah persidangan yang ke-14 selama perkara itu bergulir dalam sepuluh bulan terakhir. "Kami sudah lelah. Saya ingin fokus menyembuhkan anak saya," ucapnya.

    Haris mendesak Rumah Sakit Siloam segera memutuskan rencana islah itu. "Apakah mau damai atau tidak, kami bisa mengambil langkah lainnya," tutur Haris.

    Dalam draf perdamaian yang diajukan pada perundingan kedua ini, keluarga Dasril lebih mengikuti kemauan pihak RS Siloam, yaitu mencabut gugatan perdata di Pengadilan Negeri Tangerang dan laporan pidana di Polda Metro Jaya serta menghilangkan tuntutan ganti rugi yang nilainya mencapai ratusan miliar. "Saya hanya fokus agar anak saya bisa diobati dan sehat kembali," katanya.

    Kuasa hukum keluarga Dasril, Leo Irfan Purba, menuturkan semestinya sidang putusan digelar Kamis pekan lalu. Tapi, karena belum terjadi kesepakatan damai, sidang ditunda menjadi Kamis ini. "Semua keinginan Rumah Sakit Siloam dipenuhi kliennya. Semestinya tidak ada alasan lagi dari rumah sakit itu untuk ingkar janji," ujarnya.

    Haris menggugat Rumah Sakit Siloam sebesar Rp 500 miliar karena kecewa dengan layanan rumah sakit itu. Anak sulungnya yang duduk di kelas X SMA, Dasril Ramadhan, mengalami pembusukan pada kaki kanannya setelah menjalani perawatan dan mendapatkan tindakan medis dari dokter rumah sakit tersebut.

    Kasus ini berawal pada akhir Mei 2014, ketika Ramadhan dilarikan ke rumah sakit itu setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Setelah menjalani operasi dan dirawat sembilan hari di RS Siloam, kondisi Ramadhan tidak kunjung membaik.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.