Sidang Guru JIS Digelar Tertutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara Hotman Paris melakukan percakapan kepada Guru Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman ,sebelum sidang dimulai di  pengadilan Jakarta Selatan, 2 Desember 2014. Kedua guru tersebut akan menjalani sidang perdana dalam perkara dugaan asusila terhadap murid di sekolah Jakarta International School (JIS). TEMPO/Dasril Roszandi

    Pengacara Hotman Paris melakukan percakapan kepada Guru Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman ,sebelum sidang dimulai di pengadilan Jakarta Selatan, 2 Desember 2014. Kedua guru tersebut akan menjalani sidang perdana dalam perkara dugaan asusila terhadap murid di sekolah Jakarta International School (JIS). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus kejahatan seksual di Jakarta International School (JIS), Kamis, 26 Maret 2015, dengan terdakwa Neil Bentleman dan Ferdinant Tjiong. Mereka ialah mantan guru JIS. Agenda sidang ialah duplik atau jawaban terdakwa terhadap tanggapan jaksa ihwal nota pembelaan.

    "Sidang digelar tertutup," kata petugas keamanan PN Jakarta Selatan, Irvan, kepada Tempo.

    Pengadilan beralasan penutupan persidangan mengacu pada Pasal 153 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Disebutkan hakim punya kewenangan untuk membatasi akses publik mengikuti persidangan bila kasus berkaitan dengan kesusilaan yang melibatkan anak-anak.

    Neil pernah menyatakan pembelaannya pada akhir tahun lalu. Menurut dia, selama 17 tahun menjadi guru, ia tak pernah mendapat protes selama mengajar. "Mengapa sekarang bisa seperti ini," ujarnya.

    Neil dan Ferdinant menyandang status tersangka pada 10 Juli 2014. Mereka diduga mencabuli tiga siswa TK, yakni AK, AL, dan DA. Jaksa menjerat Neil dan Ferdinant dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal yang bisa diterima mereka ialah 15 tahun penjara dan denda Rp 300 juta.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.