Gempar Mayat di Danau UI, Kampus Tambah CCTV

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengevakuasi mayat seorang pemuda, dari Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 26 Maret 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Polisi mengevakuasi mayat seorang pemuda, dari Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 26 Maret 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Kantor Humas Universitas Indonesia Rifelly Dewi Astuti mengatakan pihaknya akan meningkatkan keamanan di seluruh kompleks kampus selama 24 jam, termasuk menambah kamera pengawas atau CCTV di beberapa sudut kampus dan lampu penerangan. "CCTV akan kami tambah dan keamanan lebih ditingkatkan. Semua rencana ini sudah kami anggarkan jauh-jauh hari," kata Rifelly kepada Tempo.

    Pernyataan ini untuk menyikapi temuan mayat di Danau Kenanga, salah satu danau yang ada di kompleks kampus Universitas Indonesia. Lokasi penemuan mayat itu di dekat gedung Balairung sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis, 26 Maret 2015. Penemuan itu dilaporkan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik bernama Fauzi dan seorang petugas kebersihan, yang melihat mayat mengambang.

    Pantauan Tempo, di lokasi penemuan mayat pria, atau di Danau Kenanga UI memang terlihat kurang lampu penerangan dan kamera CCTV. Kondisi lokasi yang memang sepi memungkinkan terjadinya berbagai tindak kejahatan. Tak jauh dari situ terdapat Balairung dan pos keamanan. Sejauh ini, mayat itu diduga merupakan korban pembunuhan, bukan tenggelam.

    Indikasinya adalah temuan batu-batu di dalam ransel korban, sebagai pemberat agar tubuhnya tenggelam. "Dengan adanya kejadian kami merasa kecolongan, keamanan harus lebih ditingkatkan tentunya," kata Rifelly. Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut dari kepolisian atau Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Mayat tersebut masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi.

    Menurut Humas Polres Depok Inspektur Dua Bagus Suwardi, mayat yang diperkirakan berumur 25 tahun ini diduga dibunuh. Indikasinya, ada temuan beberapa batu besar dalam tas ransel mayat tersebut. "Tak mungkin menenggelamkan diri sendiri. Patut diduga ada kesengajaan," kata dia. Polisi tak menemukan identitas dalam tas mayat tersebut. Adapun ciri-ciri mayat yang ditemukan: berpakaian sweter hitam, celana jins hijau lumut, memakai tas ransel, sepatu kets, dan tinggi kira-kira 170 sentimeter.

    FAHADZ AHMAD FAUZI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.