Jokowi Dapat 'Rapor Merah', Mahasiswa Kepung Istana Bogor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyapa masyarakat saat Car Free Day di Kota Bogor, 15 Maret 2015. Setelah berkantor di Istana Bogor Jokowi menyempatkan diri untuk  bersepeda dikawasan istana. Foto: Lazyra Amadea Hidayat

    Presiden Joko Widodo menyapa masyarakat saat Car Free Day di Kota Bogor, 15 Maret 2015. Setelah berkantor di Istana Bogor Jokowi menyempatkan diri untuk bersepeda dikawasan istana. Foto: Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jabodetabek yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jabodetabek, Bandung, dan Lampung, mengepung Istana Bogor di Jalan Ir Djuanda, Kota Bogor, untuk menggelar unjuk rasa dan memberikan 'rapor merah' kepada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

    Dalam aksinya ratusan mahasiswa menganggap pemerintahan yang dipimpin oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla, sudah tidak dapat lagi diteruskan karena tidak bisa menstabilkan ekonomi, sehingga sejumlah bahan pokok melambung tinggi.

    Dalam orasinya, sejumlah mahasiswa menuntut agar pemerintah untuk menstabilkan kondisi perekonomian nasional di Indonesia, serta nasionalisasi aset sumber daya alam di Mahakam dan Freeport.

    "Kami meminta agar pemerintah untuk mencabut kebijakan BBM berdasarkan mekanisme pasar dan kembalikan subsidi BBM," kata salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

    Mahasiswa juga menyesalkan konflik antarlembaga penegakan hukum. Menuntut mempertahankan pengetatan pemberian remisi kepada kasus kejahatan luar biasa korupsi dan narkoba. "Segera tuntaskan penyelidikan kasus korupsi BLBI dan Century," teriak mereka.

    Akibat unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa di depan pintu 3 Istana Bogor, arus lalu lintas di seputar Kebun Raya dan Istana Bogor, di antaranya,Jalan Ir Djuanda, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pajajaran, dan Jalan Jarak Harupat mengalami kemacetan cukup parah.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.