ANGKET DPRD: Ahok Itu Tipe Pemimpin Antikritik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat rapat mediasi di Kementerian Dalam Negeri, 5 Maret 2015. Dok Pemprov DKI Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat rapat mediasi di Kementerian Dalam Negeri, 5 Maret 2015. Dok Pemprov DKI Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta -- Rapat Tim Angket DPRD DKI yang sudah berlangsung sepekan terakhir diwarnai hujan komentar dari berbagai politikus di DKI Jakarta. Mereka mencecar sejumlah tokoh yang dihadirkan untuk berkomentar soal gaya berkomunikasi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Jumat, 27 Maret 2015 kemarin, pakar komunikasi politik Tjipta Lesmana yang dihadirkan.

    Politikus Hanura Wahyu Hernanto misalnya menyebut apakah ada fakta empiris sosok pemimpin yang keras dan menimbulkan kegaduhan publik dan apakah fakta pemimpin yang tak bisa menerima kritik, tetap dibiarkan meraja lela.

    Menurut Tjipta Lesmana, dalam sebulan terakhir terlihat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merupakan tipe pemimpin yang antikritik. Ahok, kata Tjipta, orang yang tidak bisa menerima kritikan. Tjipta menceritakan pengalamannya diserang balik Ahok setelah ia mengkritik kebijakan Ahok menghentikan pembangunan monorel.

    "Saya kritik, dia malah sewot. 'Apa urusannya Tjipta Lesmana komentar soal monorel'. Itu menandakan Ahok adalah pemimpin yang anti dikritik," ujar Tjipta.

    Ketika itu Tjipta menganggap mandeknya pembangunan monorel karena tak adanya komunikasi yang baik antara Ahok dan PT Jakarta Monorail.

    Menurut Tjipta, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau menerima kritikan. Sebab, kata dia, kritik merupakan salah satu masukan agar pemimpin yang dikritik bisa berubah ke arah yang lebih baik.

    Tjipta menceritakan pengalamannya, yang pernah ditelepon oleh Susilo Bambang Yuhoyono. Saat itu ia gemar mengkritik keras presiden keenam RI itu. Saat itu, kata Tjipta, SBY tidak sama sekali menghardik dan memarahinya, tetapi justru mengucapkan terima kasih.

    Karena itu, Tjipta tak sepakat jika Ahok disamakan dengan Hugo Chaves, Presiden Venezuela. Menurut dia, Chaves kalau bicara keras, suka maki-maki, tapi itu saat bicara terhadap Amerika. "Chaves sangat dicintai masyarakat. Saya enggak bisa kasih contoh yang seperti Pak Gubernur," ujar Tjipta.

    Menurut Tjipta, anggota Dewan harusnya jangan bosan mengingatkan dan terus memberikan masukan kepada mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Ahok juga jangan segan meminta maaf. "Untuk hal yang satu ini, Gus Dur masih nomor satu," ucap Tjipta. Alasannya, Gusdur senantiasa mudah memaafkan orang lain karena tokoh Partai Kebangkitan Bangsa ini punya prinsip nabi saja bisa memaafkan orang lain, kenapa manusia biasa tidak bisa?

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.