Ditembak, Keluar Masuk Bui, Begal Ini Tetap Disayangi Ibunya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta -Iwan terlihat masih pincang. Wajar, paha kiri dan kanannya sempat terkena timah panas polisi saat mencoba kabur dari penyergapan Senin lalu. Ibunya yang khawatir pun akhirnya menjenguknya pada Jum'at 27 Maret 2015.

    "Sempat deg-degan juga saat dengar dia ditembak," kata Ibu Iwan (tak mau sebut nama), 53 tahun, saat ditemui Tempo usai menjenguk anaknya di Kepolisian Resor Jakarta Timur, Jumat, 27 Maret 2015.

    Ibu Iwan membawakannya beberapa jenis makanan ringan untuk disantap di dalam sel. Selain itu, dia juga sempat memberikan uang sebesar Rp 50 ribu. "Untuk jaga-jaga kalau ada penghuni lama yang malak Iwan," kata dia.

    Menurut dia, anak keempat dari delapan bersaudara ini memang selalu punya kemauannya sendiri. Kegiatannya saat ini pun jarang dipantau olehnya. Maklum, dia harus menghidupi anak-anak lainnya, termasuk anak bungsunya yang masih berumur 3 tahun. Tapi, dia mengaku sedih karena terbatasnya kontrol dia terhadap Iwan sehingga Iwan bisa berbuat nakal.

    Saat tahu kondisi Iwan sudah baik-baik saja, dia lega. Hanya sekitar 10 menit dia mengobrol bersama Iwan. Dia harus segera kembali untuk bekerja serabutan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Maklum, suaminya sudah sakit-sakitan.

    Karena itu, dia juga sempat bilang bahwa tak akan menjenguk Iwan terlalu sering. Saat Iwan pernah ditangkap karena kasus penjambretan pun, dia hanya menjenguk dua kali. Saat itu, Iwan hanya sebulan mendekam di penjara.

    "Saya tahu dia salah, tapi yang namanya ibu kandung tentu akan tetap sayang," kata dia.

    Adapun Iwan ditangkap dengan dua orang temannya, Apri dan Ade, setelah buron dua bulan. Mereka melakukan aksi begal di Jalan Raya Bekasi Timur, tepatnya di depan LP Cipinang, Jakarta Timur, Januari Lalu. Hasil rampasan berupa satu unit motor Yamaha Mio, uang tunai Rp 7 juta, dan batu permata senilai Rp 22 juta.

    Iwan juga menjadi sasaran tembak polisi karena berusaha kabur saat polisi telah menembakkan tiga kali tembakan peringatan. Dua tembakan di bagian paha kiri dan kanan Iwan membuat dia dilumpuhkan dan digelandang ke Polres Jakarta Timur. Saat ini, Iwan ditempatkan dalam salah satu sel penjara Polres bersama dengan kedua rekan begalnya.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.