Jadi Tersangka Kasus UPS, di Mana Alex Usman?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ICW rilis hasil investigasi, di kantor Indonesia Corruption Watch, Jakarta, 9 Maret 2015. ICW ungkapkan hasil penelusuran dana siluman Pemprov DKI Jakarta yang tercantum dalam APBD 2014 terkait program pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) yang bermasalah dan dilaporkan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Imam Sukamto

    ICW rilis hasil investigasi, di kantor Indonesia Corruption Watch, Jakarta, 9 Maret 2015. ICW ungkapkan hasil penelusuran dana siluman Pemprov DKI Jakarta yang tercantum dalam APBD 2014 terkait program pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) yang bermasalah dan dilaporkan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberadaan Alex Usman hingga kini masih belum jelas. Mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat itu sulit ditemui. Tempo mencoba mencari keberadaannya di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin, 30 Maret 2015.

    Satu unit rumah megah yang terletak di Jalan Duri Kencana IV Nomor 2, Duri Kepa, itu disebut sebagai rumah PNS DKI Jakarta yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut. Rumah berkelir cokelat krem itu pun tampak sepi. Tak banyak aktivitas kendaraan yang berlalu-lalang di depan jalan selebar dua meter tersebut.

    Bangunan itu sendiri memiliki dua tingkat yang dilengkapi gazebo di halaman rumahnya. Selain pintu garasi utama, rumah berkelir cokelat krem itu juga memiliki pintu samping yang berdekatan dengan kantor kelurahan. Pagar setinggi dua meter juga tampak kokoh menjaga rumah yang terletak di tikungan tersebut.

    Rumah dengan luas sekitar 400 meter persegi itu terletak persis di belakang kantor Kelurahan Duri Kepa. Hanya ada satu penjaga dan satu orang sopir yang berada di depan rumah tersebut. Salah satunya mengenakan kartu identitas berlogo Polda Metro Jaya yang tergantung di saku kanan celana panjangnya.

    Laki-laki berpakaian sipil itu pun mengaku jika dirinya berdinas di Polda Metro Jaya. Tapi, "Saya cuma jaga saja, kebetulan lewat," ujar petugas yang menolak disebut namanya tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.