Mahasiswa Tewas di Danau, Ada Apa dengan UI?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengevakuasi mayat seorang pemuda, dari Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 26 Maret 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Polisi mengevakuasi mayat seorang pemuda, dari Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 26 Maret 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO , Jakarta - Kepala Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Yasman, mengatakan pihak kampus akan evaluasi sistem akademik. Evaluasi ini dilakukan sehubungan dengan tewasnya Akseyna Ahad Dori, mahasiswa jurusan biologi. Akseyna ditemukan meninggal dan jasadnya mengapung di Danau Kenangan UI.

    Sistem akademik yang dievaluasi, yaitu sistem online yang selama ini digunakan mahasiswa untuk mengurus administrasi dan kegiatan perkuliahan. Menurut Yasman, sistem ini ternyata punya kekurangan yang berakibat tidak pekanya dosen kepada mahasiswanya.

    "Ada fasilitas konsultasi secara online yang malah membuat hubungan mahasiswa dan dosen tak dekat karena komunikasi dilakukan secara tak langsung," kata Yasman saat ditemui Tempo di kantornya, Selasa, 31 Maret 2015.

    Karena itu, Yasman mengatakan, pihak kampus beserta jajaran dosen dan pimpinan segera rapat soal efektifitas fasilitas konsultasi online bagi mahasiswa. Belajar dari pengalaman Akseyna Ahad Dori, 18 tahun, yang diketahui tak pernah berkomunikasi soal kesulitannya dalam bidang akademik, pihak kampus mengkaji strategi baru untuk memfasilitasi mahasiswa yang pendiam dan tertutup seperti Akseyna.

    "Sepertinya fasilitas online tak efektif untuk mengatasi kesulitan siswa karena balasan dosen bisa berhari-hari baru diterima mahasiswa," kata dia. Jadi, nantinya akan dibentuk sistem di mana mahasiswa harus bertemu dengan pembimbing akademiknya secara langsung untuk berdiskusi soal kesulitan mereka dalam hal apapun saat menjadi mahasiswa UI.

    Yasman berharap pembimbing akademik yang dapat menampung keluh-kesah mahasiswa, terutama soal ketertinggalan materi atau nilai mereka yang mungkin tak mencukupi. Yasman juga menyampaikan pada mahasiswanya saat salat ghaib terhadap almarhum Akseyna.

    Yasman mengimbau mahasiswa tak sungkan untuk bercerita perihal kesukaran akademik pada pembimbing masing-masing. Cara ini dapat membantu dosen untuk evaluasi kondisi mahasiswa ataupun materi kuliah. "Tak banyak mahasiswa yang mau terbuka pada dosen," katanya.

    Akseyna, 18 tahun, ditemukan meninggal dan mengapung di Danau Kenanga UI pada Kamis, 26 Maret 2015. Identitasnya terungkap setelah orang tuanya datang dari Yogyakarta dan mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta TImur, pada Senin, 30 Maret 2015.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Baca  Juga:

    Tragedi Mahasiswa Cerdas UI:Di Balik Pesan Sebelum Tenggelam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.