Ahok Iseng, Andai Berpasangan dengan Bang Sani dari PKS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat rapat mediasi di Kementerian Dalam Negeri, 5 Maret 2015. Dok Pemprov DKI Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat rapat mediasi di Kementerian Dalam Negeri, 5 Maret 2015. Dok Pemprov DKI Jakarta

    TEMPO.CO , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tiba-tiba bertanya pada barisan wartawan yang sedang menunggu dirinya di depan aula pertemuan di Gedung Wali Kota Jakarta Selatan. Ahok, panggilan Basuki, yang saat itu didampingi Wakil Ketua Dewan Triwisaksana bertanya apakah dirinya dan Sani (panggilan Triwisaksana) cocok menjadi pasangan dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta. "Gimana cocok enggak, nih?" tanya Ahok sembari diikuti senyum oleh Sani, Selasa 31 Maret 2015.

    Saat itu Ahok dan juga Sani beserta jajaran Tim Penyusunan Anggaran Daerah serta beberapa jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah Pemerintah Provinsi DKI menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan di wilayah administrasi Jakarta Selatan.

    Menurut Kepala Bappeda DKI Tuty Kusumawati, ini termasuk agenda pertemuan yang paling ramai. "Saya enggak nyangka ini banyak jajaran pejabat yang ikut. Tidak hanya Gubernur dan dari Dewan saja," ujar Tuty antusias. "Pak Gubernur pun baik dalam melakukan penyampaiannya tadi, seperti kata beliau mungkin dosis obat yang diminum pas," kata Tuty sembari tersenyum.

    Musrembang kali ini dihadiri beberapa pihak termasuk Sani sebagai wakil DPRD yang konstituennya berada di wilayah Jakarta Selatan. Ahok memang kerap mengutarakan kata-kata keras dan bernada marah setiap kali rapat. Bahkan saat wawancara dengan pers juga sering mengucapkan kalimat, yang oleh banyak orang disebut kasar.

    Terakhir Ahok harus minta maaf kepada publik karena mengucapkan kata-kata seputar toilet ketika diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta. Buntutnya, statsiun televisi itu mendapat surat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia.

    Menurut Sani, kehadirannya sebagai anggota Dewan jelas diperlukan karena ia adalah salah satu pihak yang turut mewakili rakyat menyampaikan aspirasi warga. "Jadi kan selama ini kami mendapatkan masukan dari masyrakat segala macam. Sebagiannya memang dimasukin ke Musrenbang," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

    Cuma, dia melanjutkan, format sebelumnya banyak yang mengecewakan. "Kami usulnya A keluarnya A minus. Kalau kami usul B keluarnya A. Mereka mempertanyakan kepada DPRD kenapa yang disampaikan tidak masuk kedaalm program anggaran," kata Sani.

    Pada kesempatan itu Ahok mengenalkan rencana akan diterapkannya e-musrembang. Sebuah sistem elektronik untuk mengakomodasi usulan dan aspirasi masyarakat sehingga diketahui siapa yang mengusulkan usulan tersebut dari pihak perwakilan pemerintahan.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.