Jika Menangkap Basah Begal Beraksi, Perhatikan 3 Hal Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COJakarta - Kriminolog dari Universitas Indonesia, Arthur Josias Simon, mengatakan pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal mengganti alat untuk melakukan aksinya, dari senjata tajam ke senjata api.

    Terakhir, kawanan begal sepeda motor bersenjata api beraksi di wilayah Kota Bogor, Selasa malam, 31 Maret 2015. Dalam aksinya, salah satu begal menembak Ahmad Markus, 25 tahun, warga Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, hingga tewas. 

    Ahmad ditembak lantaran mengejar pelaku yang mencuri sepeda motor milik temannya. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 di depan toko mainan di daerah Manunggal.

    Josias menjelaskan penggantian alat itu dilakukan untuk melancarkan aksi pelaku. "Bisa menembak dari jarak jauh. Dan, kalau menggunakan senjata api, tingkat keberhasilan untuk membegal pun lebih tinggi," katanya ketika dihubungi Tempo, Rabu, 1 April 2015. "Dan ini akan semakin meningkat."

    Meningkatnya penggunaan senjata api, ucap dia, karena para pelaku begal melihat, menonton, dan membaca ihwal pembegalan yang banyak diberitakan di media. "Mereka selalu melihat perkembangan," kata Josias. Itu sebabnya, kata dia, masyarakat harus hati-hati dan waspada. Apalagi begal tak segan-segan melukai bahkan membunuh korbannya.

    Berikut ini tiga hal yang harus diperhatikan apabila bertemu begal sedang beraksi.

    Pertama 
    Masyarakat diimbau menghindari daerah yang rawan kejahatan dan melintas pada jam malam.

    Kedua 
    Masyarakat tidak perlu membela diri. Sebab, jika pelaku kejahatan menggunakan senjata api saat mau melakukan begal, dan korban melakukan pertahanan diri dari jarak dekat, penggunaan senjata api akan mematikan.

    Ketiga 
    Masyarakat harus melihat kaca spion dan lingkungan. Jika ada yang mencurigakan, pengendara wajib teriak dan minta tolong kepada warga sekitar. "Minta bantuan jika pelaku terlihat dari jarak jauh," katanya.

    Josias mengatakan polisi harus memberikan respons cepat jika ada warga yang melapor ihwal pembegalan. Sebab, selama ini polisi kurang cepat menanggapi laporan, dan koordinasi antarpolisi buruk.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.