Ini Sketsa Wajah Begal yang Tembak Korban di Bogor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sketsa wajah begal dan pelaku penembakan Ahmad Markus, warga loji, Bogor Barat. Tempo/M SIDIK PERMANA.

    Sketsa wajah begal dan pelaku penembakan Ahmad Markus, warga loji, Bogor Barat. Tempo/M SIDIK PERMANA.

    TEMPO.COBogor - Polisi telah menggambar sketsa wajah begal yang menembak korbannya hingga tewas di Loji, Bogor Barat, Kota Bogor. Sketsa itu juga sudah disebar ke sejumlah tempat. "Termasuk ke semua polsek," ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor Kota Ajun Komisaris Auliya R. Djabar, Rabu, 1 April 2015.

    Auliya mengatakan sketsa wajah begal sepeda motor itu digambar berdasarkan hasil keterangan saksi. "Saksi melihat wajah pelaku dari dekat," ujarnya. Sketsa wajah pelaku itu diklaim memiliki tingkat kemiripan hingga 80 persen. Ciri-cirinya, bentuk wajah tirus dan ada tonjolan di pipi. "Pelaku diperkirakan berusia 20-25 tahun, dengan tinggi badan sekitar 164 sentimeter dan berkulit sawo matang sedikit gelap," tuturnya. 

    Pelaku juga memiliki mata yang besar (belok). Namun pandangannya tajam, dengan rambut panjang sebahu, bertubuh kurus. "Kami juga masih mencocokkan sketsa wajah pelaku dengan foto dan data pelaku kejahatan yang kami miliki," kata Auliya.

    Untuk proses penyelidikan, polisi telah meminta rekaman CCTV milik salah satu supermarket di sekitar tempat kejadian. Dari rekaman itu diharapkan ada petunjuk yang bisa dijadikan bahan untuk mengungkap identitas pelaku. 

    Insiden penembakan yang dilakukan kawanan begal itu terjadi pada Selasa, 31 Maret 2015. Pelaku menggasak sepeda motor Gustin Fajar, 25 tahun. Pemilik sepeda motor yang memergoki kejahatan itu berusaha mengejar bersama temannya, Ahmad Markus, 25 tahun. Pelaku melepaskan tembakan dan mengenai Ahmad. Korban pun tewas dengan luka tembak di leher.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.