Mengapa Polisi Yakin, Mahasiswa UI yang Tewas Punya Motor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kepolisian Resor Depok  masih yakin Akseyna Ahad Dori, mahasiswa UI yang tewas tenggelam di Danau Kenangan, memiliki sepeda motor.  "Sampai hari ini keberadaan kendaraan korban belum diketahui apakah telah dijual atau dicuri atau hilang atau bahkan mungkin ada di dalam danau tersebut," kata Wakapolres Depok AKBP Irwan Anwar di Polres Depok,  Kamis,  2 April 2015.

    Menurut Irwan,  pihaknya telah mengambil langkah untuk melakukan pemblokiran surat-surat motor ke Samsat. Hal ini untuk mengetahui keberadaan motor tersebut apakah masih digunakan atau tidak. Tujuannya, kata Irwan, kalau ada seseorang yang ingin memperpanjang pajak atau STNK dapat diketahui keberadaan kendaraan itu.

    Polisi sudah memeriksa 11 saksi yang terdiri dari orang tua Akseyna, teman kuliah di Departemen Biologi, Fakultas MIPA UI Angkatan 2013, pemilik kos. Menurut Irwan, para saksi mengaku tak tahu perihal keberadaan motor Ace, panggilan akrab Akseyna.

    Ibu korban menelpon terakhir Ace pada 21 Maret 2015. Saat itu Akseyna bercerita membatalkan niatnya untuk membeli sepeda motor dan menggantinya dengan sepeda.

    Pada hari jenazah Akseyna ditemukan di Danau Kenanga, Kamis 26 Maret 2015, sang ibu mencoba menghubunginya berkali-kali, namun tak bisa. Hatinya pun gelisah, bertanya-tanya apa yang terjadi pada anaknya.Ponselnya tak aktif dan pesan pendek dari orang tuanya tak pernah terkirim

    Edi Sukardi, penjaga rumah kos Ace, menjelaskan korban telah tinggal selama 1,5 tahun.  Ace tidak mempunyai sepeda motor. "Dia ke mana-mana jalan kaki," katanya.  

    Keluarga dan orang dekat Ace menjelaskan korban tidak memiliki sepeda motor. Jadi,  mengapa penyidik  masih percaya informasi bahwa Ace punya sepeda motor?

    YOLANDA RYAN ARMINDYA | HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.