Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan Jadi Rumah Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelayanan Puskesmas.  ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi pelayanan Puskesmas. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak empat puskesmas kecamatan di Jakarta Selatan berubah statusnya menjadi rumah sakit tipe D. Perubahan status rumah sakit tersebut mulai berlaku pada bulan ini.

    Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan perubahan status ini perlu dilakukan untuk membuat pelayanan kesehatan lebih baik. "Kami ingin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata dia di Rumah Sakit Tipe D Pesanggrahan, Kamis, 2 April 2015.

    Selama ini, menurut dia, banyak warga yang mendapat rujukan masuk ke rumah sakit tipe B mengeluh. Hal ini membuat rumah sakit menjadi penuh. "Ini akan menahan pasien 'sederhana' agar tidak perlu ke rumah sakit tipe B," ujarnya.

    Rumah sakit tipe D ini dapat melayani pasien mulai dari berobat jalan sampai rawat inap. Selain itu, pelayanan spesialis seperti kebidanan, anak, bedah, dan penyakit dalam juga sudah tersedia. Rumah sakit ini memiliki ketersediaan 40-50 tempat tidur untuk rawat inap kelas III.

    Di Jakarta Selatan, puskesmas yang berubah statusnya adalah Puskesmas Pesanggrahan, Puskesmas Mampang Prapatan, Puskesmas Jagakarsa, dan Puskesmas Tebet. Puskesmas kecamatan tersebut mulai operasional sebagai rumah sakit tipe D sambil terus memperbaiki fasilitasnya.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang meresmikan rumah sakit tipe D ini berharap keberadaan rumah sakit tipe D dapat menunjukkan angka kesehatan warga. "Misalnya bayi meninggal meningkat atau menurun, yang busung lapar meningkat atau menurun," kata dia.

    Djarot mengatakan, dia tak ingin angka kematian warga meningkat setelah ada rumah sakit ini. "Jangan sampai ada yang sakit muntaber atau demam berdarah meninggal," kata dia. Dia pun ingin pihak rumah sakit bisa melakukan tindakan preventif.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.