Mahasiswa Tewas di Danau UI: Siapa Penulis Pesan Terjawab

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tulisan tangan di selembar kertas itu menjadi misteri kematian Akseyna Ahad Dori, mahasiswa UI.   Maklum isinya menimbulkan banyak tafsir, "will not return for please don’t search for existence my apologies for everything eternally."

    Kertas itu menempel di dinding kamar kos Akseyna di Jalan Kabel  3, Kecamatan Beji, Kota Depok. Mahasiswa jurusan biologi, FMIPA UI Angkatan 2013 ini ditemukan tewas mengapung di Danau Kenanga UI, pada Kamis, 26 Maret 2015.

    Apakah tulisan itu menjadi pesan Ace, panggilan akrab Akseyna, sebelum mengakhiri hidupnya ? Atau, ada seseorang yang berbuat jahat kepada Ace  dan membuat alibi bawa alhamrhumah tewas karena bunuh diri.

    "Itu benar tulisan Ace," kata  Perwira Urusan Hubungan Masyarakat, Kepolisian Resor Depok, Inspektur Dua Bagus Suwardi,ketika dihubungi Tempo, Kamis, 2 April 2015

    Penyidik telah memeriksa surat tersebut. Menurut Bagus,  yang memastikan bahwa tulisan tersebut buatan Ace adalah orang tua dan temannya

    Walau sudah dapat sosok yang menulis itu, kata Bagus, kepolisian masih mendalami kasus tewasnya Ace. Karena, polisi harus berhati-hati menentukan penyebab tewasnya Ace.

    Sampai saat ini, polisi  telah memeriksa 15 saksi, terdiri dari 11 mahasiswa UI, orang tua korban, pihak kos serta yang menemukan jenazah Ace di Danau Kenanga.

    Edi Sukardi, penjaga kos tempat Ace tinggal mengatakan dia tidak percaya penghuni kamar nomor 208 itu tewas dengan dugaan bunuh diri.

    Menurut Edi, dia terakhir melihat Ace pada Rabu, 25 Maret 2015, sekitar pukul 00.00 WIB.  Dia yakin Ace masih tidur di hari yang sama. "Mungkin dia keluar saat jam makan malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Tapi saya tidak melihatnya," kata dia.

    Edi pun kaget mendengar info bahwa jenazah yang ditemukan di Danau Kenanga itu merupakan penghuni kamar kosannya. Karena, kata dia, Ace tidak menunjukkan keanehan. "Memang dia orang yang pendiam, namun, baik," katanya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.