Tips Hindari Begal di Jalanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa kali tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau dikenal dengan istilah begal, terjadi sejak awal tahun ini. Tak jarang memakan korban luka hingga meninggal dunia.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan ada beberapa hal yang harus dicatat untuk menghindari perbuatan curas di jalanan. "Selalu taati peraturan lalu lintas dan informasikan rute perjalanan kepada keluarga," kata dia Jumat 3 April 2015.

    Menurut Martinus, langkah antisipasi ini penting agar keberadaan kita lebih mudah diketahui oleh orang lain jika terjadi sesuatu. "Pengendara juga perlu memahami rute yang dilalui," kata Martinus.

    Dia menyarankan, pengendara agar menghindari memilih rute jalan yang sepi atau gelap, terutama di malam hari. "Upayakan juga tak berkendara sendiri," kata dia.

    Jika ada dua atau tiga kendaraan mencurigakan yang mengikuti, Martinus mengimbau agar segera menghindar. Karena patut dicurigai ada maksud tertentu.

    "Usahakan melaju kencang meninggalkan pelaku," ujarnya. Jika harus berhenti, upayakan menepi di tempat yang ramai agar mudah meminta pertolongan.

    Polisi, kata Martinus, menyarankan agar pengendara atau warga melakukan upaya preventif. "Jangan terlalu banyak pakai perhiasan atau benda yang mencolok, jangan gunakan handphone saat berkendara," kata dia.

    Kasus curas sempat beberapa kali terjadi. Kasus yang hingga menelan korban di antaranya pernah terjadi di Jalan Margonda dan Jalan Juanda Depok.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.