Janda Muda Ditipu Luar-Dalam oleh Pria dengan Batu Akik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Mojokerto - Seorang janda muda berusia 30 tahun, warga Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, mengaku hamil lima bulan akibat hubungan intim dengan seseorang yang dikenal sebagai dukun. Dukun itu menggunakan batu akik untuk memperdaya korban.

    Cerita ini bermula saat korban bersama ibunya, Malikah, menemui seorang dukun yang juga warga Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Oktober 2014. Kepada dukun, korban meminta bantuan agar usaha pembuatan dan penjualan batu bata miliknya laris manis.

    Korban pun menuruti anjuran si dukun. “Menurut penglihatan mata batinnya, badan saya ini (secara batin) kotor dan harus dibersihkan,” kata korban kepada wartawan saat melapor di Markas Kepolisian Resor Mojokerto, pekan lalu.

    Lalu, dengan dalih ritual, dukun itu melancarkan tipu dayanya kepada korban. “Katanya dilakukan pengobatan tapi ternyata saya digituin,” kata korban.

    Kepada korban, dukun tersebut berdalih bahwa yang melakukan hubungan intim itu bukan dia, melainkan makhluk gaib yang membantunya selama ini. Korban percaya dengan perkataan sang dukun. Bahkan korban mengaku pengobatan dengan cara itu setidaknya dilakukan empat kali di rumahnya.

    Selain itu, korban terpaksa menebus batu akik sebagai jimat agar batu bata yang dibuat dan dijualnya laku. “Saya menebusnya Rp 200 ribu,” kata korban.

    Setelah ditunggu sekian lama, janji sang dukun tak terbukti. Korban pun kecewa. Apalagi korban hamil lima bulan. Korban semula malu akan melapor ke polisi. Namun, setelah diberi pengertian oleh kerabatnya, korban akhirnya melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Mojokerto.

    Namun penyidik menilai perbuatan yang menimpa korban dilakukan tanpa paksaan dan atas dasar suka sama suka. Salah satu kerabat korban, Heri, merasa kecewa dengan tanggapan penyidik kepolisian. “Jika laporannya tidak ditindaklanjuti, kami terpaksa lapor ke PPA Polda Jawa Timur,” ucapnya.

    Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Ajun Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto membantah penyidik tidak menanggapi kasus tersebut. “Penyidik masih mempelajari laporannya,” kata Budhi. Sebab, menurut dia, sebelumnya telah dilakukan mediasi antara pelaku dan korban dengan mediator aparat Babinkamtibmas Polsek dan Babinsa Koramil setempat.

    “Karena tidak ada penyelesaian, korban dan keluarganya melapor ke polisi hari ini,” katanya. Budhi berjanji, jika memenuhi unsur pidana, polisi akan memproses kasus ini secara hukum.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.