Ternyata Petir yang Hanguskan Kantor Kemendagri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Subekti

    TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Hati-hati terhadap petir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya belakangan ini. Kebakaran yang terjadi di kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri di Jalan Kramat Raya Nomor 132, Jakarta Pusat, terjadi karena halilintar itu.

    "Penyebabnya bukan korsleting seperti diberitakan, tapi kilat petir," ujar Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Mochtar Zakaria saat dikonfirmasi Tempo, Minggu, 5 April 2015.

    Plafon atap kantor itu terbakar pada Sabtu sore, 4 April 2015. Mochtar menjelaskan kondisi plafon atap gedung sudah kering dan lapuk. Hal ini memudahkan kilatan petir melahap bagian plafon. Kondisi itu diperparah keadaan kayu dan kabel yang gampang meleleh.

    Beruntung, kata dia, petugas pemadam kebakaran mengantisipasi hal itu. "Kami sudah teliti, tidak ada faktor kesengajaan, hanya faktor alam, sekarang sudah ditangani semua," ujarnya.

    Dia menolak menjawab penyebab kebakaran di Plaza Semanggi karena sudah masuk wilayah Jakarta Selatan yang bukan area kerjanya. Pada Sabtu, 4 April 2015, terjadi kebakaran di lantai 5 tempat perbelanjaan di Jalan Gatot Subroto ini.

    Untung Pujiyanto, petugas keamanan Plaza Semanggi, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi karena korsleting listrik yang berasal dari gesekan api dari cable power yang terpasang pada lift. "Memang ada asapnya dan kebetulan dekat dengan jendela gedung, jadi seperti besar, padahal apinya kecil," ujar petugas lainnya. 

    Saat Tempo menyambangi lokasi kebakaran di lantai 5 itu, aktivitas perbelanjaan tampak berjalan normal. Lokasi bekas kebakaran yang sempat menghebohkan pengunjung sudah kembali dirapikan petugas. "Lihat saja, tidak ada apa-apa, bekasnya pun tidak ada," katanya. 

    JAYADI SUPRIADIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.