Siapa Rival Farhat Abbas di Bursa Wakil Bupati Bogor?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Farhat Abbas. Dok. TEMPO/Seto Wardhana.

    Farhat Abbas. Dok. TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Bogor - Bursa calon Wakil Bupati Bogor makin panas. Sejumlah kandidat yang resmi direkomendasikan partai terus bermunculan. Setidaknya sudah ada tiga nama yang diajukan untuk menjadi pendamping Bupati Bogor Nurhayanti.

    Kandidat tersebut yakni Farhat Abbas, yang dicalonkan Partai Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz, Momon Permono (Partai Demokrat), dan Samsul Hidayat (Partai Golkar kubu Agung Laksono). "Petanya semakin dinamis," kata pengamat politik dan pemerintahan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Sopyan Sjap, kepada Tempo di Bogor.

    Menurut dosen pascasarjana IPB itu, munculnya Farhat Abbas bisa jadi bertujuan memecah konsentrasi partai koalisi pengusung Nurhayanti. Apalagi Farhat dan Ade Munawaroh, adik kandung mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, berbeda kubu dalam kepengurusan DPP PPP.

    "Saya belum melihat majunya nama Farhat adalah trik dari Nurhayanti untuk meloloskan Ade," kata Sopyan menjelaskan. "Peluang Ade lebih terbuka lebar dibanding Farhat."

    Wakil Ketua DPC Kabupaten Bogor Partai Demokrat Dede Chandra Sasmita meminta jatah kursi wakil bupati untuk partainya. Sebab, saat mengusung Rachmat Yasin-Nurhayanti, Demokrat adalah pemilik suara terbesar dengan jumlah 14 kursi. "Demokrat menyumbang 28 persen suara di pilkada."

    Ketua Penjaringan Calon Wakil Bupati Bogor DPC Demokrat itu mengatakan kursi bupati merupakan jatah PPP. Karena itu, kursi wakil merupakan jatah partai anggota koalisi. "Kami sudah resmi merekomendasikan Momon Permono kepada Bupati Nurhayanti," ujar Dede.

    Sumber Tempo di kalangan partai mengungkapkan, Bupati Bogor Nurhayanti sudah melakukan pertemuan dengan pimpinan partai koalisi di Hotel Aston, Bogor, Kamis, 26 Maret 2015. Dalam pertemuan tersebut, ada kesepakatan bahwa masing-masing partai mengajukan nama calon wakil bupati.

    "Bupati silakan memilih dua nama untuk diajukan ke DPRD," kata sumber Tempo. "Sejauh ini belum ada nama yang dimunculkan. Nurhayanti hanya bilang, 'Jatah wakil milik PPP'."

    ARIHTA U. SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.