Ahok Hadiri Sidang Paripurna Angket DPRD DKI tanpa Djarot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memperlihatkan dokumen setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 27 Februari 2015. Kedatangan Ahok untuk menyerahkan sejumlah dokumen sebagai barang bukti usulan anggaran APBD DKI senilai Rp 12,1 triliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memperlihatkan dokumen setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 27 Februari 2015. Kedatangan Ahok untuk menyerahkan sejumlah dokumen sebagai barang bukti usulan anggaran APBD DKI senilai Rp 12,1 triliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan menghadiri dua sidang paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta siang ini.

    Ahok, sapaan akrabnya, mengatakan akan datang ke acara tersebut tanpa didampingi Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. "Saya sendiri ke sana," ujar Ahok saat ditemui di Balai Kota, Senin, 6 April 2015.

    Agenda sidang paripurna pertama yaitu penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2014 DKI Jakarta. Ahok berujar, tak ada persiapan khusus untuk menghadapi rapat paripurna itu. "Biasa saja. Ini kan memang amanat undang-undang. Kami akan sampaikan. Ini kami laporin saja," ucap Ahok.

    Sedangkan perihal agenda sidang paripurna kedua, yakni soal angket terhadapnya, Ahok mengatakan akan datang tanpa banyak berkomentar. "Saya akan datang ke sidang paripurna," ujar Ahok. Ahok meminta DPRD menjawab segala hal soal angket.

    Sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2014 DKI Jakarta akan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB. Sedangkan sidang paripurna hak angket rencananya diselenggarakan pukul 15.00 WIB.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.