Ribut-ribut APBD DKI, Prabowo: Ahok Tak Jantan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah spanduk yang ditujukan kepada AHok, dibentang olah Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) saat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, 24 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sebuah spanduk yang ditujukan kepada AHok, dibentang olah Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) saat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, 24 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Prabowo Soenirman, menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak jantan dalam melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2014. Ahok, kata politikus Partai Gerindra, itu diangap tak mengakui gagal menyerap APBD dengan sempurna.

    "Seharusnya secara jantan dia bilang gagal," kata Prabowo usai mengikuti rapat paripurna APBD di gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2015. Menurut Prabowo, dalam pidatonya Ahok hanya menyampaikan pencapaian Pemerintah DKI Jakarta.

    Namun, Prabowo Soenirman tidak menjelaskan program-program apa saja yang tidak tercapai oleh Ahok berikut alasannya. "Apa yang dilaporkan dia menunjukkan kegagalan bahwa penyerapan dia tak sempurna," ujarnya.

    Prabowo mengatakan usai paripurna, tiap-tiap komisi di DPRD akan mengkaji laporan APBD 2014 yang diberikan oleh Ahok. Menurut dia, DPRD akan memberikan koreksi khusus terhadap program yang tak tuntas tersebut.

    Gubernur Ahok menyampaikan pidato soal pertanggung jawaban APBD 2014. Dalam pidatonya Ahok mengatakan realisasi pendapatan daerah 2014 sebesar Rp 43,45 triliun yang terdiri atas realisasi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 31,28 triliun, dana perimbangan Rp 9,68 triliun, dan pendapatan lain-lain yang sah Rp 2,49 triliun.

    Ahok juga menjabarkan pembiayaan daerah yang dapat direalisasikan sebesar Rp 7,59 triliun atau 96,57 persen dari target Rp 7,86 triliun. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan yang direalisasi adalah Rp 4,12 triliun atau 44,51 persen dari rencana Rp 9,25 triliun.

    NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.