Pasar Lontar di Jakarta Pusat Akan Jadi Rumah Susun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampah sayuran berserakan di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, 7 April 2015. Kurang baiknya pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati menjadikan pasar Induk Kramat Jati kumuh dan bau. TEMPO/Subekti

    Sampah sayuran berserakan di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, 7 April 2015. Kurang baiknya pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati menjadikan pasar Induk Kramat Jati kumuh dan bau. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengajukan rencana perombakan pasar untuk dijadikan rumah susun. Menurut dia, konsep pasar itu akan berubah menjadi lebih modern.

    "Jadi di bawahnya pasar, di atasnya akan dibangun rumah susun," katanya seusai acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan di kantornya, Selasa, 7 April 2015. Rencana itu, kata dia, baru diajukan kepada pemerintah DKI.

    Ada beberapa pasar yang akan diubah, seperti Pasar Rawa Kebo, Jati Rawasari, dan Pasar Lontar. Alasannya, pasar-pasar itu memiliki tempat yang luas dan kumuh. "Jadi nanti ada modernisasi pasar dan kami dapat lahan untuk rumah susun," ujarnya.

    Mangara mencontohkan, Pasar Lontar memiliki luas 9.000 meter persegi. Sedangkan satu tower rumah susun membutuhkan 3.000 meter persegi, sehingga di sana bisa dibangun tiga tower rumah susun. 

    Menurut Mangara, setiap tower bisa dibangun hingga 20 lantai. "Jadi bayangkan ada berapa unit," ucapnya. Dia menjamin, setelah dimodernisasi, pedagang lama yang menggunakan pasar-pasar itu akan mendapatkan tempat di sana.

    Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mendukung rencana modernisasi ini. Namun dia meminta Mangara memprioritaskan penduduk yang tinggal di pinggiran kali untuk dipindahkan ke rumah susun tersebut.

    NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.