Kasus Mahasiswa UI, Polisi: Kemungkinan Akseyna Bunuh Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kamar kos mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori di Wisma Widya, Depok, Jawa Barat. TEMPO/Yolanda Ryan Armindya

    Suasana kamar kos mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori di Wisma Widya, Depok, Jawa Barat. TEMPO/Yolanda Ryan Armindya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Kota Depok masih menyelidiki penyebab kematian Akseyna Ahad Dori, 18 tahun, mahasiswa jurusan Biologi, Universitas Indonesia. Ace, sapaan akrab Akseyna, ditemukan tewas di Danau Kenanga, kompleks kampus UI, pada Kamis, 26 Maret 2015.

    "Masih dalam proses penyelidikan," kata juru bicara Kepolisian Resor Depok Inspektur Dua Bagus Suwardi saat dihubungi, Rabu, 8 April 2015. Menurut dia, keputusan Ace apakah dibunuh atau bunuh diri ada di satuan reserse dan kriminal.

    Namun, ujarnya, dugaan Akseyna bunuh diri jauh lebih memungkinkan. "Berdasarkan bukti kemungkinan bunuh diri," ucap dia. Bukti yang dimaksud adalah temuan batu dalam tas Akseyna sebagai alat untuk menenggelamkan diri.

    Selain itu, saksi kunci dalam kasus ini, yakni Jibril--yang juga teman seangkatan Akseyna--mempunyai alibi yang kuat. Menurut dia, ketika Ahad, 29 Maret 2015, Jibril menginap di kosan Akseyna, Wisma Widya, atas permintaan keluarga Akseyna. "Ibunya yang minta karena kalau Akseyna balik biar dilarang keluar kosan," ujar Bagus.

    Jika mengetahui Akseyna sudah meninggal, ujar Bagus, kemungkinan Jibril tidak mau tidur di kamar Akseyna. "Dia sudah teriak karena itu teman dekatnya," ucap Bagus.

    Sebelumnya, Edi Sukardi, 42 tahun, penjaga rumah kos, mengatakan pada Minggu malam setelah Akseyna ditemukan meninggal, Jibril menginap di kamar Akseyna.

    Sampai saat ini Jibril belum bisa dimintai keterangan. Tempo mencoba mendatangi kampus, tapi belum menemukan Jibril.

    Beberapa mahasiswa jurusan Biologi yang ditemui Tempo enggan memberikan keterangan. "Maaf enggak bisa komentar," kata salah seorang mahasiswi.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.