Kapolda: Jenis Bom Tanah Abang Tergolong Baru di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigjen (Pol) Unggung Cahyono. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Brigjen (Pol) Unggung Cahyono. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono mengungkapkan jenis bom yang ditemukan di pos polisi Tanah Abang, Jakarta Pusat, termasuk jenis baru. "Belum pernah saya jumpai di DKI, tapi di Jawa Timur dikenal sebagai bondet," kata Unggung di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 8 April 2015.

    Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti mengatakan bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian masih berskala rendah. Polisi tak menemukan detonator dan timer yang biasa dipakai di bahan berdaya ledak maksimum. Soal motif pelaku, Badrodin tak mau berspekulasi. Temuan awal, kata dia, bakal dibeberkan saat apel gabungan antara Polisi dan TNI pada 15 April.

    Unggung menambahkan, bom yang ditemukan di lokasi kejadian berbentuk seperti bola tenis. Di dalam barang tersebut, terisi bubuk hitam dan paku. "Dibungkus dalam tiga plastik dan ada 49 buah," ujar Unggung.

    Unggung memastikan peledak yang ditemukan di Pos Polisi Tanah Abang punya daya ledak yang rendah. Polisi untuk sementara menyimpulkan bom tergolong jenis rakitan.

    Selain itu alat seperti detonator dan timer yang jamak dipakai pada bom berdaya ledak tinggi tak ditemukan. "Bom ini seperti memanfaatkan impact system, artinya bom meledak ketika ada benturan," ujarnya.

    Sekitar pukul tiga sore tadi, ledakan terjadi di Tanah Abang. Ledakan ini terdengar sangat jelas di sekitar pos polisi dan Pasar Tanah Abang. Polisi langsung turun ke tempat kejadian setelah mendengar ledakan tersebut.

    Akibat ledakan tersebut, empat orang terluka. Satu orang korban luka diduga sebagai perakit mercon banting itu.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.