MRT Bangun Koridor Lebak Bulus, Bersiap Ubah Jalur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 17 Juli 2014. ANTARA/Adimas Raditya

    Pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 17 Juli 2014. ANTARA/Adimas Raditya

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta segera memulai pembangunan koridor MRT di Lebak Bulus, tepatnya di Jalan Pasar Jumat, Jakarta Selatan. 

    Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan pembangunan ini akan berdampak terhadap arus lalu lintas di daerah tersebut.

    "Jalur kendaraan di Jalan Pasar Jumat akan bergeser melewati area bekas Terminal Lebak Bulus dan sisi utara jalan tersebut," katanya melalui surat elektronik yang diterima Tempo, Jumat, 10 April 2015.

    Dia mengatakan perusahaannya akan menyediakan jalur pengalihan dengan rincian tiga jalur untuk kendaraan pribadi, tiga jalur angkutan dalam kota, dan satu jalur Transjakarta. Sedangkan di sisi utara Terminal Lebak Bulus akan tetap ada dua jalur kendaraan pribadi. "Pengalihan arus dimulai Selasa, 14 April 2015," katanya.

    Dia juga mengatakan PT MRT Jakarta sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI dan Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam rangka pengalihan arus selama proyek berlangsung. Pengalihan arus diperkirakan berlangsung hingga November 2016. "Kami tunggu hingga tiang-tiang stasiun dan lantai beton stasiun MRT di Lebak Bulus selesai," tuturnya.

    Karena itu, masyarakat diminta bersabar. Dia juga meminta masyarakat, baik pengemudi kendaraan maupun pejalan kaki, mendukung pelaksanaan proyek MRT dengan berhati-hati saat melewati daerah proyek.

    PT MRT Jakarta memulai pembangunan koridor MRT jalan layang di Jalan Fatmawati hingga Jalan Panglima Polim pada Maret lalu. Proyek ini termasuk dalam proyek MRT koridor selatan-utara fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI) dengan 13 stasiun dan 1 depo di Lebak Bulus. 

    Dari 13 stasiun, terdapat 7 stasiun layang (Lebak Bulus-Fatmawati-Cipete-Haji Nawi-Blok A-Blok M-Sisingamangaraja) dan 6 stasiun bawah tanah (Senayan-Istora-Bendungan Hilir-Setiabudi-Dukuh Atas-Bundaran HI).

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.